E-Learning

Fakultas Teknik - Jurusan Teknik Sipil (S-1 )
Kembali Ke List Matakuliah

IMMANUEL SEMBIRING, Ir., Drs., BSc, M.Si.

SELASA 10:20 - 12:00
Pertemuan Materi
01

Selasa 22 September 2026

REKAYASA PONDASI 1 SI-448

 

PONDASI

I. PENGERTIAN PONDASI

Ada beberapapengertiantentangpondasiyaitu:

  1. Suatukonstruksibangunan yang memilikifungsiuntukmemindahkanbeban/bobot/gaya yang ditimbulkan oleh banguna yang adadiatasnyakedalamtanah.
  2. Adalahbagianbangunan yang menghubungkanbangunantersebutdengantanah, dimanatanahharusmenerimabebandaribangunantersebut (bebanmati dan bebanhidup) dan tugaspondasiuntukmembagibebanitusehinggatekanantanah yang diizinkan (dayadukung) tidakterlewati.
  3. Konstruksi yang diperhitungkansedemikianrupasehinggadapatmenjaminkestabilanbangunanterhadapberatsendiri dan menghindaripenurunanbangunan yang tidakmerata.

 

Dapat disimpulkan, pengertian pondasi adalah:

Bagian dari elemen bangunan yang berfungsi meletakkan dan meneruskan beban ke dasar tanah yang kuat mengimbangi dan mendukung (merespon) serta dapat menjamin kestabilan bangunan, paling tidak terhadap beratnya sendiri, beban yang bekerja serta beban gempa.

 

II. BENTUK DAN JENIS PONDASI

Bentuk dan jenis pondasi sangat dipengaruhi beberapa hal, yaitu:

  1. Jenis Tanah, (mempengaruhi daya dukung tanah) 
  2. Berat Bangunan, untuk bangunan dengan bobot yang berat/sangat berat harus memperkatikan pemilihan pondasi yang aman.
  3. Kondisi Geografi, Geologi dan lingkungan sekitar Lokasi, diperhitungkan khususnya pada bangunan yang terletak pada daerah jalur gempa atau pengaruh alam lainnya.
  4. Peralatan yang dipergunakan

Desain Pondasi

Pondasi didesain agar memiliki kapasitas dukung dengan penurunan / settlement tertentu oleh para Insinyurgeoteknik dan struktur. Desain utaman yang mempertimbangkan penurunan dan daya dukungtanah, dalam beberapa kasus semisal turap, defleksi / lendutan pondasi juga diikutkan dalam pertimbangan. Ketika berbicara penurunan, yang diperhitungkan biasanya penurunan total (keseluruhan bagian pondasi turun bersama-sama) dan penurunan diferensial (sebagian pondasi saja yang turun / miring). Ini dapat menimbulkan masalah bagi struktur yang didukungnya.

Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah, massa jenisnya, nilai kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb), kekuatan tanah dimana ujung pondasi  itu berdiri, dan juga pada bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan, oleh karenaitu para ahli geoteknik membatasi beban yang bekerja hanya boleh, biasanya, sepertiga dari kekuatan desainnya.

Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan menjadi:

  • Beban Horizontal/Beban Geser, contohnya beban akibat gaya tekantanah, transfer beban akibat gaya angin pada dinding.
  • Beban Vertikal/Beban Tekan dan Beban Tarik, contohnya:

      - Beban Mati, contoh berat sendiri bangunan
      - Beban Hidup, contoh beban penghuni, air hujan dan salju
      - Gaya Gempa
      - Gaya Angkat Air (eng: Lifting Force, de: Auftriebskraft)

  • Momen
  • Torsi
  •  
  • III. KLASIFIKASI PONDASI 
    1. Klasifikasi Berdasarkan Sistem Kerja Gaya

Dari berbagai hal yang mempengaruhinya (pada point 2 diatas), maka jenis-jenis pondasi secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

 Spread Fondations / pondasi telapak

Dimana beban yang disalurkan disebarkan melalui lebar telapak pondasi. Dimana intensitas beban yang diteruskan ketanah haruslah lebih kecil dari daya dukung tanah yang diijinkan.

Pile Foundations / pondasitiang pancang

Pondasi tiang pancang, beban dan bobot disalurkan dengan mekanisme pergeseran  antara tanah dan pondasi (tiang), dan dukungan dari lapisantanah keras pada kedalaman tertentu. Pile adalah komponen penerus beban yang berbentuk panjang dan vertical. Pile dapat terbuat dari bahan kayu, besi/baja, beton atau kombinasi diantaranya, tergantung dari berat beban yang dipikul.

Pile digunakan dengan pertimbangan:

  • Beban yang dipikul sangat besar
  • Penggunaan jenis pondasi yang lain dinilai tidak ekonomis
  • Kondisi air tanah yang bervariasi dan perlu dipertimbangkan
  • Apabil adikemudianakandibangunsalurandalamtanah/canal
  • Digunakan pada konstruksibangunan di pelabuhanataudaerah air lainnya

Pier Foundations/ pondasisumuran

Pondasi sumuran, pondasi yang berupakonstruksisumuran vertical yang mencapaitanahkeras. Bilamanabangunanterletak pada tanah yang berpasir dan letaktanahkeras pada lapisan yang dalam, makatipepondasiiniperludipertimbangkan. Dengan kata lain sumuransebenarnyamerupakankolom pada sub struktur yang berfungsimendukungbebandari upper struktur dan melaluinya bebanakan disalurkan ketanah.

2. Klasifikasi berdasarkan kedalaman Pondasi

  1. Pondasi Dangkal  (Shallow Foundation )

                 Disebut Pondasi dangkal karena kedalaman masuknya ketanah relative dangkal, hanya beberapa meter masuknya kedalamtanah. Salah satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah, dibuat dari beton atau pasangan batu,meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ketanah keras.

          2. PondasiDalam

Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras. 

IV. BANGUNAN-BANGUNAN TANAH DAN PENERAPANNNYA

  1. Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)
  2. Bunker

 

dstnya…….

Tugs ke - 1 Membuat KTI 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download
02

Selasa 29 September  2026

Pertemuan ke-2 Rekayasa Pondasi - 1

Komponen Utama Pondasi Bangunan

Sebuah bangunan, baik itu rumah, apartment, gedung perkantoran,maupun hotel memiliki banyak bagian yang penting dan tak terpisahkan satu sama lain. Beberapa diantaranya ialah pondasi, lantai, atap, serta dinding. Salah satu yang paling krusial dalam pembangunan dan agak rumit konstruksinya yaitu pondasi, dimana semua untuk pembangunannya harus dibuat dengan bahan dan cara terbaik agar bangunan kokoh dan berkualitas. Maka sangat penting untuk membahas,tentang  pondasi bangunan, khususnya komponen utama yang menjadi materialnya.  Sistem pondasi harus dibuat secara aman terhadap kemungkinan terjadinya korosi dan berbagai kerusakan yang disebabkan oleh berbagai bahan kimia di dalam tanah. Sebuah pondasi haruslah mampu beradaptasi apabila terjadi berbagai perubahan konstruksi dan kondisi lapangan selama proses pembangunan berlangsung.Dan pondasi bangunan adalah  komponen yang fungsinya untuk mendukung tegaknya sebuah bangunan di atas lokasi tanah. Untuk membangun sebuah pondasi, ada beberapa material yang dibutuhkan. Berikut ini akan dibahas secara detail masing-masing komponen tersebut.

I. SEMEN

Semen merupakan bahan perekat yang mengikat agregat kasar dan halus dalam adukan cor yang dijadikan pondasi. Sifat semen ialah halus dan bisa mengeras jika dicampur dengan air.

Material semen sendiri cukup kompleks, diantaranya terdiri dari kalsium oksida, tanah liat dengan silika oksida, gamping, alumunium oksida, gips, dan juga besi oksida. Campuran bahan-bahan ini membuat semen bisa mengeras layaknya batu jika sudah tercampur dengan air.

Semen ternyata tidka hanya terdiri dari satu tipe saja, melainkan ada 5 tipe semen yang sering dipakai berdasarkan fungsinya:

Tipe-tipe semen dalam dunia konstruksi:

  • Tipe I
    Yaitu semen unutk bangunan umum. Nama lainnya ialah Ordinary Portand Cement.
    • Tipe II
      Yaitu jenis semen yang digunakan jika ditemui gangguan sulfat dan panas hidrasi yang sedang.
    • Tipe III
      Yaitu semen yang proses pengerasannya bisa berlangsung sangat cepat. Semen ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan konstruksi  yang perlu penyelesaian cepat dengan batasan waktu tertentu.
    • Tipe IV
      Yaitu semen yang memiliki panas hidrasi cukup rendah.
    • Tipe V
      Yaitu semen yang dimanfaatkan untuk bahan konstruksi bagi pembangunan yang lokasinya ada di tepian pantai. Selain itu banyak pula diaplikasikan untuk konstruksi yang memiliki masalah sulfat yang tinggi.

Jenis-jenis semen yang sering digunakan:

1.Semen Portland Pozolan
Semen portland ditambah dengan pozolan dengan angka sekitar 10-30%, di sebut juga dengan semen Traz Portland Cement yang sering dipakai di negara Jerman.

2.Semen putih
Ciri khas dari semen ini ialah memiliki kadar Fe2O3 yang rendah. Warna abu-abunya diakibatkan oleh adanya serbuk besi. Material utamanya ialah dari batu kapur dan tanah liat putih, maka tak heran jika disebut dengan semen putih.

3. Mansory cement
Semen jenis ini memiliki fungsi untuk pasangan tembok serta plasteran bangunan. Yang unik dari semen ini ialah bahannya yang dibuat dari semen portland yang dicampur dengan batu kapur. Dari segi kualitas, semen tipe I memiliki kualitas yang lebih baik dari jenis semen yang stau ini.

4. Semen sumur minyak
Sesuai namanya, fungsi dari semen ini cukup spesifik, antara lain untuk menyemen pipa pengeboran minyak serta melapisi bocoran gas maupun air yang terjadi.

  • Hidropobic cement
    Keunikan dari semen jenis ini ialah klinker yang di giling dengan adanya penambahan asam oleat/ asam streat.
  • Waterproofed cement
    Semen ini dibuat dari semen portland dengan penambahan calsium, alumunium, serta sterat logam lain.
  • Semen alumina
    Jenis semen yang dibuat dari batu kapur seta bauksit. Kadarnya ialah 60-70% batu kapur, dan 30-40% bauksit yang kemudian dibakar dalam suhu 1600 derajat celcius.

Masing-maisng jenis semen tersebut memiliki keunikan tersendiri dan fungsi yang spesifik. Jadi, untuk setiap kebutuhan kosntruksi, perlu mempertimbangkan sekiranya jenis semen mana yang akan dipakai, seperti pemilihan semen untuk  pembuatan beton precast, beton readymix, pengecoran untuk reinforced concrete, maupun untuk prestressed concrete.

Jenis semen di atas sudah memiliki standar yang ditetapkan SNI, baik kegunaan maupun perbandingan material pembuatannya. Hal ini tak mengherankan, karena semen  menjadi unsur utama dalam sebuah konstruksi.

 II. KAPUR

Tidak kalah penting dengan semen, kapur merupakan salah satu bahan dalam konstruksi bangunan. Bahan yang satu ini sudah ada sejak zaman kuno. Kegunaannya ialah untuk memplester bangunan, pembuatan tembok, pilar, dan lain sebagainya.

Fungsi utama dari kapur meliputi:

  • Pengikat mortel
  • Pengikat pada beton cor. Bisa dicampur dengan semen portland untuk hasil konstruksi lebih baik.
  • Sebagai bahan pemutih

III. PASIR dan BATU

Ukuran pasir standar yang baik digunakan dalam konstruksi ialah 0,0625 hingga 2 mm. Baik pasir maupun batu merupakan material yang berasal dari alam dengan materi pembentuk berupa silikon dioksida. Dan secara umum, jenisnya bisa dibedakan menjadi:

  • Pasir urug
  • Pasri pasang
  • Pasir putih bangka
  • Pasir beton
  • Dan pasir batu

Batu split atau batu belah adalah material bangunan yang umum digunakan sebagai konstruksi dari sebuah pondasi. Sifat batu belah ini tetap, alias tidak mudah mengalami perubahan bentuk dan kualitas walau tertanam di dalam tanah. Karakteristik batu split umumnya berwarna kehitaman, abu-abu tua, atau coklat

IV. AIR

Air adalah bahan utama dalam pembuatan pondasi bangunan, beton cor, baik readymix, precast, dan semua beton cor pada umumnya. Air yang digunakan  dalam setiap konstruksi haruslah air bersih dan segar, tidak bercampur dengan bahan lain seperti minyak, maupun unsur organik lainnya yang dapat mengganggu kualitas beton maupun konstruksi bangunan.

V. BESI DAN BETON

Bijih besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi sendiri terdapat dialam atau kulit bumi dalam bentuk mineral antara lain  ; magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), goethit, limonit atau siderit. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah karat. Saat ini, cadangan biji besi tampak banyak, namun seiring dengan bertambahnya penggunaan besi secara eksponensial berkelanjutan, cadangan ini mulai berkurang, karena jumlahnya tetap, sedangkan penggunaan beitu banyak dan meluas diseluruh dunia. Besi adalah logam yang paling banyak penggunaannya, dari segi jumlah maupun ragamnya. Hal itu terjadi karena besi mempunyai sifat-sifat yang baik, yaitu kuat dan mudah dibentuk. Berbeda dengan kayu yang mudah terbakar, besi tahan api serta mempunyai titik leleh yang relatif tinggi.

Besi merupakan material alami yang terbuat dari unsur ferrum (Fe). Besi terbuat dari bijih besi yang ditambang dari alam, lalu diolah. 

Baja adalah material buatan yang terbuat dari paduan berbagai unsur seperti besi, karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, serta sebagian kecil aluminium, nitrogen, dan oksigen. 

Besi terbuat dari bijih besi yang ditambang dari alam, lalu diolah sedemikian rupa seperti besi kasar untuk besi cor. Selain itu, besi dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat baja. Sehingga, jangan heran jika besi dan baja juga memiliki bentuk yang sangat mirip.

Pada proses pembuatan besi yang paling awal, bijih yang telah dicuci dan dihancurkan dipanaskan dengan arang dalam sebuah tungku tradisional, biasanya berupa lubang sederhana di tanah. Suhu tercapai tidak mencukupi untuk mencapai leleh dan oksidasi bijih dikurangi dengan karbon dalam keadaan padat, mengarah ke gumpalan yang disebut bloom. Ampas bijih disingkirkan dan bloom berulang kali dipanaskan dan dipalu untuk mengusir sisa ampas, dan membentuk massa yang lebih padat. Bijih yang diperoleh dengan cara ini sepenuhnya murni, dengan kandungan karbon rendah. Oleh karena itu mudah dibentuk dan relatif lunak.

Pada proses pembuatan baja, terdapat “pig iron” atau besi tuang yang dihasilkan dari tanur tinggi, yang harus ada proses pemurnian terlebih dahulu agar menurunkankadar karbonnya (dari 5 persen diturunkan sampai di bawah 1.5 persen), dan proses menghilangkan bahan atau unsur lain yang mengotori besi (silikon, belerang, fosfor, dan sebagainya) dapat dilakukan dengan pemurnian melalui berbagai metode, yaitu:

Proses pembuatan besi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu Blast Furnace dan Electric Arc Furnace (EAF). Perbedaan Blast Furnace dan EAF yaitu terletak pada bahan dasarnya. Pada proses Blast Furnance, bahan bakar (Coke) digunakan dalam jumlah yang besar, sedangkan, pada EAF tidak menggunakan Coke. Proses produksi material baja untuk struktur, mulai dari bijih besi sampai menjadi baja profil atau baja pelat dirangkum secara sederhara sebagai berikut: Pertama, ada beberapa komponen dasar yang perlu diperhatikan. Komponen dasar tersebut diantaranya adalah iron ore (bijih besi), limestone (tanah kapur), coke (dibuat dari coal, khusus untuk pembuatan steel) dimasukkan ke dalam blast furnace. Coke merupakan bahan bakar untuk furnace, dibuat dari coal dengan proses tertentu. Cairan besi (molten iron) yang panas di dalam furnace terpisah menjadi 2 bagian. Bagian atas adalah slag (waste, impurities), dan bagian bawah adalah besi yang hendak dipakai. Besi yang dihasilkan ini kemudian dicetak menjadi pig iron. Kadar karbon dalam pig iron bisa mencapai 2%

Pembuatan baja adalah proses untuk memproduksi baja dari bijih besi dan scrap. Dalam pembuatan baja, kotoran seperti nitrogen, silikon, fosfor, sulfur dan kandungan karbon berlebih dikeluarkan dari bahan baku besi, dan elemen paduan seperti mangan, nikel, kromium dan vanadium ditambahkan untuk menghasilkan berbagai nilai dari baja. Membatasi gas-gas terlarut seperti nitrogen dan oksigen, dan kotoran terlarut (disebut "inklusi") dalam baja ini juga penting untuk memastikan kualitas produk cor dari baja cair.

Saat ini ada dua proses-proses utama komersial untuk membuat baja, yaitu dasar pembuatan baja oksigen, yang mana prosesnya menggunakan besi mentah cair dari tungku sembur dan baja rongsokan sebagai material utama, dan proses pembuatan electric arc furnace (EAF), yang menggunakan baja rongsokan atau direct reduced iron (DRI) sebagai bahan utama. Pembuatan baja dengan oksigen dasar berjalan terutama oleh sifat eksotermik dari reaksi didalam tungknya sedangkan EAF, energi listrik digunakan untuk mencairkan material padat dan/atau bahan DRI. Dalam masa kini, teknologi pembuatan baja EAF telah berkembang menjadi seperti pembuatan baja dengan oksigen karena semakin banyaknya energi kimia yang dimasukkan ke dalam proses

Besi sangat dibutuhkan karena fondasi bangunan menggunakan besi, atap bahkan pilar bangunan juga menggunakan besi

Besi beton dimanfaatkan untuk rangka utama serta pondasi penyusunan struktur bangunan. Hal ini karena besi beton mempunyai kemampuan untuk menarik serta menahan gaya tekan sehingga bangunan dapat berdiri kuat dan kokoh.

Beton merupakan material wajib yang ada dalam setiap konstruksi. Bahan pembuatnya ialah dari pasir, kerikil, semen, air, dan jika perlu bisa diberi penambahan agregat lain maupun bahan kimia agar kualitas beton lebih baik lagi.

Dstnya………

Tugas ke-2 menjawab soal 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download

File Materi Tambahan : Download
03

Selasa 6 Oktober  2026

Pertemuan Ke-3 Rekayasa Pondasi – 1 SI -  448

Rencana dan Rangka Utama Pondasi

Pondasi memegang peranan yang penting dalam setiap bangunan. terletak didalam tanah, pondasi harus mampu menjadi tumpuan beban bangunan ke tanah agar dapat berdiri kokoh. Apabila pondasinya kurang baik, bangunan tentunya mudah sekali roboh. Bahkan tanpa adanya gempa atau angin karena tidak mampu menahan bobotnya sendiri.Alasan inilah yang membuat rencana pondasi perlu dibuat dengan sangat sistematis, memuat segala informasi yang detail dan cermat agar bisa jadi acuan dalam pembangunan proyek.

Secara umum, pondasi merupakan struktur bangunan yang letaknya berada di bagian paling bawah dan berguna untuk menopang beban seluruh struktur bangunan. Sebagai bagian dari struktur paling bawah, pondasi merupakan salah satu bagian utama dalam menopang beban bangunan di atasnya

Pondasi begitu penting dalam sebuah bangunan karena  salah satu elemen paling penting dalam sebuah bangunan gedung. Fungsinya adalah untuk menyalurkan beban struktur dan beban lantai bangunan ke tanah di bawahnya. Pemilihan jenis pondasi yang tepat sangatlah krusial karena dapat mempengaruhi stabilitas, kekuatan, dan kinerja keseluruhan bangunan

Description: Mau Buat Rencana Pondasi? Ini Yang Perlu Anda Ketahui

Pemilihan jenis pondasi bergantung pada beban yang harus didukung, kondisi tanah pondasi dan biaya pembuatan pondasi yang dibandingan terhadap biaya struktur atasnya (Hardiyatmo, 2011)

Berikut ini adalah beberapa syarat pekerjaan pondasi yang terlebih dahulu harus diperhatikan:

  • Dasar pondasi harus memiliki lebar yang cukup dan pondasi harus diletakkan pada lapisan tanah yang keras. ...
  • Pastikandibangun pada permukaan tanah yang memiliki tingkat kekerasan yang sama

 Membuat Pondasi Rumah

  1. Pondasi rumah ialah keadaan tanahnya, apakah tipe keras atau lunak. ...
  2. Buatlah Rancangan Pondasi. ...
  3. Melakukan Penggalian. ...
  4. Memasang Batu dan Bata. ...
  5. Pasangkan Besi Tiang. ...
  6. Memasang Bekisting

Dalam setiap kegiatan konstruksi, khususnya yang dikerjakan secara profesional, bagian yang mengawali segala prosesnya adalah perencanaan. .Proses perencanaan ini biasanya menghasilkan dokumen-dokumen yang menjelaskan secara teknis bagian-bagian bangunan mulai dari bentuk, jumlah dan ukuran atau dimensinya.. Dalam pembuatan pondasi, dokumen dari gambaran-gambaran tentang detail bagian yang dibutuhkan inilah yang disebut rencana pondasi. Sering disebut juga rancangan pondasi. Ada dua dokumen yang umumnya dibuat perancang atau arsitek dalam membuat pondasi, yaitu rencana pondasi dan detail pondasi.

Rencana pondasi adalah gambaran untuk menunjukkan bagian-bagian yang harus dikerjakan dalam pembuatan pondasi. Umumnya berisi rancangan yang menunjukkan letak dan ukuran pondasi, penempatan pilar, kolom, dinding pondasi, dan kebutuhan struktural lainnya

Perencanaan pondasi diupayakan memenuhi 4 kriteria : a. Efisien dalam biaya b. Efektif dalam berat struktur c. Optimal dalam waktu dan metoda pelaksanaan d. Efisien dalam pengoperasian dan pemeliharaan bangunan

Rencana pondasi adalah gambaran untuk menunjukkan bagian-bagian yang harus dikerjakan dalam pembuatan pondasi. Umumnya berisi rancangan yang menunjukkan letak dan ukuran pondasi, penempatan pilar, kolom, dinding pondasi, dan kebutuhan struktural lainnya.

Rencana pondasi merupakan bagian terpenting dari kokohnya bangunan. Ketahui beberapa hal ini yang harus diperhatikan agar proses konstruksi berjalan dengan lancar.

Rencana pondasi adalah gambaran untuk menunjukkan bagian-bagian yang harus dikerjakan dalam pembuatan pondasi. Umumnya berisi rancangan yang menunjukkan letak dan ukuran pondasi, penempatan pilar, kolom, dinding pondasi, dan kebutuhan struktural lainnya.

Rencana pondasi berisi gambar skema bentuk, jalur dan titik-titik pondasi dengan sudut pandang dari atas.

Contoh Gambar Rencana Pondasi

Description: rencana pondasi

Sedangkan detail pondasi, berisi gambaran mendetail tentang jenis, ukuran, dan bahan material pengisi pondasi, serta bentuknya ketika dilihat secara melintang. 

 Contoh Gambar Detail Pondasi Batu Kali 

Description: gambar detail pondasi batu kali??

Rangka  Utama

Rangka struktur utama merupakan bagian dari struktur bangunan gedung yang berfungsi untuk menahan dan meneruskan beban bangunan ke dalam pondasi secara merata.Dalam hal ini rangka struktur utama mempunyai syarat harus mendapatkan beban secara merata agar tidak terjadi pembebanan pondasi yang tidak sama pada suatu bangunan gedung yang mengakibatkan penurunan pondasi bangunan secara tidak merata.

Secara garis besar, rangka struktur utama pada bangunan gedung merupakan rangka tertutup. Sifat tertutup ini menyebabkan kekuatan dan kekakuan (stifness) dari bangunan tersebut.Komponen rangka struktur utama menurut fungsi dan perletakkannya dibedakan atas:Balok Sloof, adalah komponen rangka struktur utama yang dibuat untuk meneruskan beban bangunan pada pondasi dan membujur serta melintang secara horisontal dan terletak tepat di atas pondasi bangunan.RANGKA TERTUTUP

Rangka struktur utama merupakan bagian dari struktur bangunan gedung yang berfungsi untuk menahan dan meneruskan beban bangunan ke dalam pondasi secara merata.Dalam hal ini rangka struktur utama mempunyai syarat harus mendapatkan beban secara merata agar tidak terjadi pembebanan pondasi yang tidak sama pada suatu bangunan gedung yang mengakibatkan penurunan pondasi bangunan secara tidak merata.

Secara garis besar, rangka struktur utama pada bangunan gedung merupakan rangka tertutup. Sifat tertutup ini menyebabkan kekuatan dan kekakuan (stifness) dari bangunan tersebut.Komponen rangka struktur utama menurut fungsi dan perletakkannya dibedakan atas:Balok Sloof, adalah komponen rangka struktur utama yang dibuat untuk meneruskan beban bangunan pada pondasi dan membujur serta melintang secara horisontal dan terletak tepat di atas pondasi bangunan.RANGKA TERTUTUP

Kolom Utama, adalah komponen rangka struktur utama yang dibuat secara vertikal dan terletak pada bagian tepi bangunan gedung dengan fungsi meneruskan beban ke dalam pondasi bangunan secara menerus pula dari beban yang ada di atasnya.Balok Tepi (ringbalk), adalah komponen rangka struktur utama yang merupakan balok yang berada di atas kolom utama serta menghubungkan di antara mereka. Balok tepi ini mempunyai fungsi membuat kaku (rigid) bangunan dan menerima beban dari struktur atap yang ada di atasnya.

Jenis rangka struktur utama menurut bahan yang digunakan dibedakan atas:
Rangka struktur utama Beton Bertulang, adalah rangka struktur utama yang dibuat dari bahan beton bertulang. Rangka struktur utama beton bertulang ini mempunyai sifat kekuatan dan kekakuan yang cukup baik. Sifat elastisitasnya relatif kecil. Sambungan (joint) dari sistem ini adalah jepit sempurna.

Rangka struktur utama Baja, merupakan rangka struktur utama yang dibuat dari bahan baja. Rangka struktur utama ini mempunyai kekuatan atau tahanan terhadap gaya tekan dan tarik. Sifat elastisitasnya cukup baik, sehingga sistem ini sangat baik untuk dibangun di daerah yang sering mengalami gempa.Rangka struktur utama dengan kayu, merupakan rangka struktur utama yang dibuat dari bahan kayu. Jenis rangka struktur utama ini hanya sesuai dibuat untuk bangunan sederhana dan yang bersifat semi permanen.

MATRIKS JENIS RANGKA STRUKTUR UTAMA BERDASARKAN BAHAN YANG DIPAKAI.

GAMBAR RANGKA UTAMA  Gambar rencana rangka struktur utama adalah suatu gambar rencana yang berbentuk denah yang menggambarkan perletakan berbagai jenis komponen rangka struktur utama yang dibuat untuk suatu bangunan gedung dengan ukuran dan skala yang benar serta dilengkapi dengan notasi-notasi yang bersifat normatif.Gambar ini memberikan informasi yang lengkap tentang perletakan berbagai jenis komponen rangka struktur utama bangunan yang ada pada suatu bangunan gedung lengkap dengan ukuran dan notasinya.

Untuk dapat menggambar rangka struktur utama, secara umum perlu dilakukan prakiraan besarnya dimensi rangka struktur utama tersebut. Beban yang ditahan oleh struktur rangka struktur utama secara sederhana merupakan gabungan dari keseluruhan beban yang meliputi:Beban atapBebap langit-langitBerat sendiri rangka struktur utama

 SYARAT PENGGAMBARAN RENCANA RANGKA STRUKTUR UTAMA
Digambar dengan ukuran dan skala yang benar.Diberi notasi selengkapnya, termasuk notasi yang berupa grid rangka struktur utama pada bagian-bagian rangka struktur utama yang berbeda ukuran maupun jenisnya.Diberi notasi ketinggian pada bagian-bagian yang melingkupi suatu bangunan.Penggambaran garis rangka struktur utama sesuai dengan kenampakan yang ada.Diberi nama pada komponen-komponen yang membentuk rangka uama tersebut dengan beberapa singkatan pada komponen yang ada.

BEBERAPA SINGKATAN KOMPONEN  : BS = balok sloff . K1 = kolom utama
K2 = kolom tepi, dst   RB = ringbalk/ balok tepi   BL = balok latai.   Balok latai adalah balok yang dibuat di atas kosen pintu atau jendela apabila bentang kosen tersebut lebih dari 1 (satu) meter. Hal ini dibuat dengan tujuan agar berat dinding di atas kosen tersebut dapat ditahan oleh balok latai tersebut bukan ditahan oleh kosen yang umumnya terbuat dari kayu atau aluminium.RANGKA TERTUTUP

....dstnya

Tugas ke 3 Presentasi dan Menjawab Soal 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download
04

Selasa 13 Oktober 2026

Pertemuan ke-4 Rekayasa Pondasi-1 

 

PERTIMBANGAN DALAM MERANCANG PONDASI BERDASARKAN JENIS TANAH dan  daya dukung tanah 

Pondasi dibuat pada saat paling awal dalam mendirikan bangunan/gedung/rumah, tetapi kekuatan dan ketepatannya menjadi yang terpenting selama sebuah bangunan berdiri. Karena fungsi yang penting tersebut, pengerjaan pondasi haruslah dikerjakan dengan tepat dan cermat. Dalam pemilihan bentuk pondasi, jenis pondasi dan kedalaman pondasi bangunan yang memadahi, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi tersebut. Hal ini disebabkan tidak semua jenis pondasi dapat dilaksanakan di semua tempat.(Misal penggunaan pondasi tiang pancang pada daerah padat penduduk tentu tidak tepat meskipun secara teknis telah memenuhi syarat). 

Secara umum perancangan pondasi dilakukan dengan beberapa langkah penting :

  • 1. Perencana harus menghitung jumlah beban efektif bangunan yang akan diterima pondasi yang kemudian diteruskan kedalam tanah. 
  • 2. Menentukan kapasitas daya dukung izin, dan menentukan luas pondasi yang   digunakan. 
  • 3. Berdasarkan data yang diperoleh diatas maka dapat dilakukan perancangan             struktural dengan menghitung momen lentur dan gaya geser yang terjadi  pada   pondasi

Pemilihan Pondasi Berdasarkan Jenis Tanah

Jenis pondasi yang dipilih biasanya ditentukan oleh berat bangunan berdasarkan pelimpahan beban. Namun kondisi tanah dan biaya yang tersedia juga mempengaruhi struktur pondasi.  Permasalahan yang paling menonjol dalam pemilihan jenis pondasi adalah kondisi tanah, yaitu jenis tanah seperti apa yang akan menjadi tempat berdirinya bangunan. Karena setiap jenis tanah memiliki daya dukung yang berbeda, sehingga penurunan yang terjadi pun semakin beragam. Untuk mengatasi masalah tersebut, pertimbangan yang dilakukan dalam perhitungan merancang pondasi ditinjau berdasarkan jenis tanah. Dalam pemilihan bentuk pondasi, jenis tanah dan kedalaman pondasi bangunan yang mewadahi, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi tersebut. Hal ini disebabkan tidak semua jenis pondasi dapat dilaksanakan di semua tempat (Misal penggunaan pondasi tiang pancang pada daerah padat penduduk tentu tidak tepat meskipun secara teknis telah memenuhi syarat).  Sebab setiap jenis tanah memiliki daya dukung yang berbeda. Sehingga penurunan yang terjadi semakin beragam. Berikut pertimbangan yang dilakukan dalam merancang pondasi berdasarkan jenis tanah, antara lain :

  • Pondasi pada tanah pasir

Masalah yang sering erjadi pada peletakan pondasi diatas tanah pasir adalah penurunan yang tidak seragam. Solusinya perlu dilakukan tes atau pengujian uji Soil Penetration Test (SPT), uji kerucut dan uji beban plat.

  • Pondasi pada tanah lempung

Pada tanah lempung perancangan pondasi cukup sulit dilakukan karena jenis tanah ini menyatu dengan air hingga tanah dengan mudah menjadi jenuh air. Pada tanah jenis lempung disarankan menggnakan pondasi yang dalam, sehingga tanah tidak mudah terpengaruhi dengan iklim dan kondisi lingkungan sekitar.

  • Pondasi pada batu

Sifat batu yang keras dipastikan mampu manahan beban bangunan dengan baik. Tetapi pada batuan berkapur dan memiliki lubang-lubang, stabilitas bangunan perlu diperhitungkan. Karena dapat membahayakan bangunan.

  • Pondasi pada tanah timbunan

Tanah timbunan merupakan tanah yang diangkut dari daerah lain ke lokasi pembangunan. Tanah timbunan yang akan dijadikan dasar pondasi harus diperiksa terlebih dahulu kapasitas dukungnya. Dan jika menggunakan tanah timbunan harus dipadatkan terlebih dahulu.

  • Pondasi pada tanah organik

Tanah organik tidak dianjurkan untuk tempat peletakan pondasi, karena jenis tanah ini akan mengakibatkan penurunan terlalu besar. Karena tanah organik sangat sulit dipadatkan.

  • Pondasi pada tanah lanau

Tanah lanau adalah jenis tanah yang terdapat diperalihan antara psair dan lempung. Dalam kondisi alam tanah jenis lanau ditemukan dalam kondisi longgar dan kurang padat. Sehingga jika dijadikan tempat perletakan pondasi. Maka akan terjadi penurunan yang besar.

Pemilhan Pondasi berdasarkan Daya Dukung Tanah. 

Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut maka di dalam ilmu pondasi kita pasti sering mendengar istilah daya dukung tanah (qc).

Setiap pondasi bangunan perlu direncanakan berdasarkan jenis pondasi, kekuatan dan daya dukung tanah tempat pondasi tersebut. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya hanya membutuhkan konstruksi yang sederhana seperti pondasi menerus untuk rumah tinggal atau pondasi telapak untuk gedung bertingkat rendah. Jika tanahnya labil dan memiliki daya dukung buruk, maka perencanaan pondasinya harus sangat diperhatikan atau dengan kata lain perencanaanya pasti lebih  rumit. Dalam mendesain pondasi harus mempertimbangkan penurunan dan daya dukung tanah, dalam beberapa kasus semisal turap, defleksi / lendutan pondasi juga diikutkan dalam pertimbangan. Ketika berbicara penurunan, yang diperhitungkan biasanya penurunan total(keseluruhan bagian pondasi turun bersama-sama) dan penurunan diferensial(sebagian pondasi saja yang turun / miring). Ini dapat menimbulkan masalah bagi struktur yang didukungnya.

Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah, massa jenisnya, nilai kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb), kekuatan tanah dimana ujung pondasi itu berdiri, dan juga pada bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan, oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang bekerja hanya boleh biasanya 1/3 dari kekuatan desainnya.

Bagaimana cara mengetahui letak posisi tanah keras? Untuk mengetahui letak kedalaman tanah keras ada 2 cara yaitu dengan melakukan uji tanah dengan alat sondir ( soil test ) dan secara manual atau saat pekerjaan pondasi berlangsung (bor pile, strauss pile dan tiang pancang) atau bisa ditanyakan ke lingkungan sekitar yang pernah menggunakan pondasi dalam, karena pada umumnya dalam suatu lingkup wilayah letak kedalaman tanah keras tidak berbeda begitu jauh. 

Berikut ini cara memilih pondasi berdasarkan daya dukung tanah :

1. Bila kondisi tanah keras terletak pada permukaan tanah atau kedalaman pondasi antara 2-3 meter di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi dangkal. (misal: pondasi jalur, pondasi telapak atau pondasi bor pile manual).

2. Bila kondisi tanah lunak hingga kedalaman kurang lebih 6 meter maka jenis pondasi yang dapat di gunakan adalah pondasi strauss pile atau bor pile manual.

3. Bila tanah keras terletak pada kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi bored pile, pondasi sumuran atau pondasi mini pile.

4. Bila tanah keras terletak pada kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang pancang atau pondasi bored pile.

Standar daya dukung tanah menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung tahun 1983 adalah :

  • Tanah keras (lebih dari 5 kg/cm2).
  • Tanah sedang (2-5 kg/cm2).
  • Tanah lunak (0,5-2 g/cm2).
  • Tanah amat lunak (0-0,5 kg/cm2).


Kriteria daya dukung tanah tersebut dapat ditentukan melalui pengujian secara sederhana, umumnya yang digunakan adalah pengujian CBR atau sondir test. Misalnya pada uji tanah berukuran 1 cm x 1 cm yang diberi beban 5 kg dan apabila tanah tidak mengalami penurunan atau amblas maka tanah tersebut digolongkan tanah keras.

Description: Gaya Pondasi

Pondasi sebagai bagian yang sangat penting dalam perencanaan struktur sehingga perlu diperhitungkan dengan teliti tentang beban – beban yang bekerja pada pondasi itu sendiri. Pondasi harus mampu menahan beban – beban yang bekerja diantaranya adalah :  

     a)    Beban horizontal/beban geser, seperti beban akibat gaya tekan tanah, perpindahan beban akibat   gaya angin pada dinding.

    b)    Beban mati, seperti berat sendiri struktur bangunan

    c)    Beban hidup, yaitu beban orang/pengguna

    d)    Gaya gempa

    e)    Gaya angkat air tanah

    f)    Momen dan Torsi

 

Dstnya....

Tugas ke-4 Presentasi dan Quist ke-1 Menjawab Soal 

 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download
05

Selasa  20 Oktober  2026

Pertemuan ke- 5  Rekayasa Pondasi – 1 (SI – 448)

Perencanaan  Pondasi 

Pondasi memainkan peran penting dalam sebuah konstruksi. Fungsi dasarnya adalah untuk menyalurkan beban konstruksi ke lapisan tanah. Maka tak heran jika suatu fondasi bisa memiliki kedalaman tertentu, disesuaikan dengan berat beton dan struktur yang berada di atasnya. Makin tinggi bangunan, maka semakin dalam dan kuat pondasi yang dibuat.

Syarat perencanaan pondasi :

 - Faktor aman terhadap keruntuhan akibat terlampauinya daya dukung harus terpenuhi. Umumnya digunakan faktor aman = 3 

- Penurunana pondasi hrs masih dalam bts nilai yg ditoleransikan. 

- Daya Dukung Tanah Batas (Ultimate Bearing Cap) tekanan minimum yang menyebabkan keruntuhan geser (shear failure) pada tanah pendukung secara cepat kebawah

Kapasitas daya dukung pondasi adalah kemampuan tanah dalam mendukung beban dari struktur di atasnya yang dinyatakan dengan tahanan geser tanah untuk melawan penurunan akibat beban.

Daya Dukung Tanah Pondasi Dangkal

Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah memikul tekanan atau melawan penurunan akibat pembebanan,yaitu tahanan geser yang disebarkan oleh tanah disepanjang bidang – bidang gesernya .

Hasil dari penyelidikan daya dukung tanah digunakan dalam perencanaan pondasi. } Secara umum dirumuskan dalam bentuk t = c + s tan ? dimana : t = tahanan geser tanah / daya dukung tanah s = tegangan normal ? = sudut geser dalam tanah

 Sifat – sifat dasar tanah 

Sifat – sifat dasar tanah adalah faktor utama yang mempengaruhi daya dukung tanah, hal ini berkaitan dengan bentuk butiran tanah yang mempengaruhi kekuatan tanah,seperti tanah berbutir kasar (granular soil) atau tanah berbutir halus (cohesion soil) . Pengaruh air tanah Berat volume tanah sangat dipengaruhi oleh kadar air dan kedudukan air tanah karena itu juga berpengaruh pada daya dukung tanah . Dan bentuk pondasi juga berpengaruh dalam daya dukung tanah, dalam hal penyebaran beban dari bangunan atas kedalam tanah

 Daya dukung tanah yang diizinkan tekanan maksimum yang dapat diaplikasikan ketanah dimana syarat dalam perencanaan pondasi telah dipenuhi. 

Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah untuk menahan beban konstruksi. Daya dukung tanah dianalisis agar pondasi tidak mengalami keruntuhan geser (shear failure) dan penurunan berlebih

Kapasitas daya dukung pondasi adalah kemampuan tanah dalam mendukung beban dari struktur yang ada di atasnya, hal ini dinyatakan dengan tahanan geser tanah untuk melawan penurunan akibat beban.

Kapasitas daya dukung pondasi dangkal ialah kemampuan tanah dibawah pondasi menahan beban yang diteruskan oleh pondasi dangkal. . Bidang keruntuhan tanah dibawah pondasi dangkal: (a) tanpa ada pengaruh tanah keras; (b) ada pengaruh tanah keras. Perlu diperhatikan bahwa unutuk H = D, Nc*= Nc, Nq*= Nq, N?*= N?.

Dalam menentukan daya dukung pondasi dangkal , data tanah yang diperlukan antara lain ; C , f, Y, Cv, Cc, mv, ukuran dan bentuk pondasi, posisi pondasi terhadap muka tanah dan air tanah.

Daya dukung tanah merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan pondasi beserta struktur di atasnya.  Daya dukung tanah yang  diharapkan untuk mendukung fondasi adalah daya dukung yang mampu memikul beban struktur, sehingga   fondasi  mengalami  penurunan  yang masih berada dalam batas  toleransi. Kemudian, pemilihan jenis dan desain bentuk fondasi tergantung pada jenis tanah lapisan  tanah yang ada dibawahnya.  Apa bila lapisan  tanah tersebut keras maka  daya  dukung  tanah  tersebut cukup kuat untuk menahan beban yang ada,tetapi bila tanahl unak diperlukan penanganan khusus agar mempunyai daya dukung yang baik.   Hal  ini memerlukan  studi yang  lebih  terperinci terhadap sifat  dan  kondisi dasar tanah(Martini,2009).

Daya dukung tanah dapat diketahui dengan melakukan pengujian di laboratorium maupun melakukan pengujian di lapangan langsung.   Daya dukung tanah dapat diketahui dengan pengujian di lapangan dengan melakukan pengujian sondir.

Didalam rekayasa pondasi terdapat bermacam-macam cara untuk menghitung besarnya kapasitas  daya  dukung tanah pondasi dangkal,yang  dapat  disebut  pionir dan  paling  terkenal dikemukakan olehTerzaghi (1943),kemudian  disusul oleh  peneliti lainnya seperti : Meyerhof,  Hansen, Bala dan lain-lainnya

dstnya .....

Tugas ke – 5 Menjawab Soal Pondasi Dangkal

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
06
07
08
09
10
11
12
13
14