| Pertemuan | Materi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 01 |
Selasa 22 September 2026 Pertemuan ke – 1 Ilmu Ukur Tanah ( SI-4130) PENDAHULUAN ILMU UKUR TANAH Istilah kata ukur tanah atau pengukuran tanah ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu surveying. Secara konvensional, pengertian dasar dari pengukuran tanah didefinisikan sebagai ilmu dan seni menentukan letak atau posisi relatif dari titik ataupun obyek di permukaan bumi. Sesuai dengan perkembangannya, pengertian secara umum tentang pengukuran tanah, yaitu merupakan suatu ilmu yang mempelajari metoda pengumpulan data dan pemrosesan data pengukuran tentang obyek yang ada di permukaan bumi dan sekitarnya, sehingga jelas letaknya/posisinya. Secara lengkap definisi Ilmu Ukur Tanah adalah suatu ilmu yang mempelajari metoda atau cara melakukan pengukuran obyek/unsur di permukaan bumi, baik dalam arah horisontal maupun vertikal dalam rangka menentukan kepastian letak/posisi relatif dari obyek tersebut dan menyajikan informasi tersebut pada suatu bidang proyeksi/bidang datar dengan menggunakan skala dan aturan tertentu. Mengenai istilah obyek di permukaan bumi dapat diartikan semua obyek yang ada pada permukaan bumi, di atas permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi, termasuk di dasar laut yang dipilih sesuai dengan keperluannya. Berdasarkan pengertian dan definisi tersebut, maksud dari pengukuran tanah atau surveying yaitu untuk menentukan posisi titik-titik maupun obyek di permukaan bumi atau di dekat/di sekitar permukaan bumi. Unsur utama yang berkaitan dengan aktifitas pengukuran tanah yaitu meliputi pengukuran jarak dan pengukuran sudut. Adapun aktifitas tersebut antara lain bertujuan untuk:
Selain itu, aktifitas pengukuran jarak dan sudut juga diperlukan untuk berbagai keperluan proyek konstruksi maupun ketekniksipilan (civil engineering), seperti halnya:
Sesuai dengan ruang lingkupnya, surveying diklasifikasikan menjadi 2 (dua) katagori, yaitu Pengukuran Tanah Datar (Plane Surveying) atau Ukur Tanah dan Pengukuran Geodesi Tinggi (Geodetic Surveying). Batasan kelas Ukur Tanah, pada prinsipnya bahwa segala macam data ukuran dalam prosesnya tidak memperhitungkan adanya faktor kelengkungan bumi, karena ruang lingkup hanya dalam batasan luas maksimal 55 km2. Batasan kelas Pengukuran Geodesi, pada prinsipnya bahwa segala macam data ukuran di lapangan dalam prosesnya harus memperhitungkan adanya faktor kelengkungan bumi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ilmu Ukur Tanah merupakan bagian atau cabang dari Ilmu Geodesi. Beberapa literatur menuliskan peranan Ilmu Geodesi yang mempunyai tujuan ilmiah dan tujuan praktis. Tujuan ilmiah yaitu menentukan bentuk dan ukuran bumi atau dimensi matematis bumi, yang nantinya digunakan untuk pekerjaan praktis Geodesi. Tujuan praktis yaitu antara lain untuk pembuatan peta/pemetaan permukaan bumi, pemasangan tanda/patok/batas di lapangan, pengukuran untuk pekerjaan konstruksi ataupun rekayasa ketekniksipilan. Dalam pembahasan ini, Ukur Tanah lebih mengarah pada tujuan praktis tersebut. dstnya….. Tugas ke-1 Menjawab Pertanyaan dan FC Peta Toopografi
File Materi : Download File Materi Tambahan : Download File Materi Tambahan : Download File Materi Tambahan : Download |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 02 |
Selasa 29 September 2026 Pertemuan ke - 2 Ilmu Ukur Tanah (SI-4130) Sistim Satuan Dalam Ilmu Ukur Tanah Sistem satuan yang biasa digunakan dalam ilmu ukur tanah, terdiri atas 3 (tiga) macam sistIm ukuran, yaitu Satuan Panjang, Satuan Luas dan Satuan Sudut.Dan dalam melaksanakan pengukuran dan kemudian mengerjakan hitungan dari hasil ukuran adalah tugas juru ukur sehubungan dengan itu ada lima macam pengukuran dalam pengukurana tanah yaitu ;
Satuan Ukur Satuan Panjang Dalam Ilmu Ukur Tanah ada 2 sistem satuan yang lazim digunakan yaitu : 1. Satuan Metrik (Matric Unit) Yang termasuk dalam satuan metric antara lain kilometer (Km), meter (m), sentimeter (cm), millimeter (mm) dan sejenisnya. 2. Satuan Britis (British Units) Yang termasuk dalam satuan ini yaitu miles (ml), feet atau foot (ft), inche (inc) dan sejenisnya. Hubungan konversi kedua satuan di atas dapat dilihat dari table berikut :
SATUAN PANJANG Terdapat dua satuan panjang y ang lazim digunakan dalam ilmu ukur tanah, yakni satuan metrik dan satuan britis. Yang digunakan disini adalah satuan metrik yang didasarkan pada satuan meter Internasional (meter standar) disimpan di Bereau Internationale des Poids et Mesures Bretevil dekat Paris
Pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (Survei Dan Pemetaan) meliputi pengambilan/pemindahan data-data dari lapangan ke peta atau sebaliknya. Jarak/panjang dan tinggi (d,L,H) Data jarak ini meliputi jarak dalam arti posisi horisontal dan vertikal.Posisi horisontal meliputi : d,D = jarak (distance); L = panjang (acumulatif distance) sedang posisi vertikal meliputi : h,H,t,T = tinggi dan beda tinggi (hight). Terdapat dua satuan panjang yang lazim digunakan dalam ilmu ukur tanah, yakni satuan metrik dan satuan britis. Yang digunakan disini adalah satuan metrik yang didasarkan pada satuan meter Internasional (meter standar) disimpan di Bereau Internationale des Poids et Mesures Bretevil dekat Paris. Kelipatan dan bagian-bagian dari satu meter ini adalah
SATUAN LUAS Ukuran luas yang digunakan Satuan luas yang biasa dipakai adalah meter persegi (m2), untuk daerah yang relatif besar digunakan hektar (ha) atau sering juga kilometer persegi (km2) 1 ha = 10000 m2, 1 Tumbak = 14 m2 1 km2 = 106 m2, 1 are = 100 m2 1 ha = 100 are , 1 km2 = 106 m2 . SATUAN ISI /VOLUME Dalam ukur tanah untuk satuan isi/volume galian (cut) dan volume timbunan (fill) dipakai satuan meter kubik (m3) . 1m3 = 1,307795 cubricyard (yd3) = 35,3147 ft3 = 61023,7 cm3 1 yard3 = 0,764555 m3 = 27 ft3 = 46656 in3 = 764555 cm3 1 in3 = 16,38706 cm3 = 16,38706 ml 1 cm3 = 0,061024 in3 = 1000 mm3 = 1 ml (mili liter) SATUAN SUDUT Pengukuran sudut merupakan salah satu aspek penting dalam pengukuran dan pemetaan horizontal atau vertikal, baik untuk pengukuran dan pemetaan kerangka maupun titik-titik detail. Sistem besaran sudut yang dipakai pada beberapa alat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sistem besaran sudut pada pengukuran dan pemetaan dapat terdiri daria. Sistem besaran sudut seksagesimal, b. Sistem besaran sudut sentisimal, c. Sistem besaran sudut radian
Seksagesimal adalah sistem bilangan yang menggunakan angka 60 sebagai dasarnya. Sistem ini berasal dari Babilonia kuno Dasar untuk mengukur besaran sudut ialah lingkaran yang dibagi dalam empat bagian, yang dinamakan kuadran yaitu Kudran I,II,III dan kuadran IV. Tiga cara satuan tersebut dapat dijelaskan sbb ;
Satuan Seksagesimal, Satuan ini membagi keliling lingkaran menjadi 360 bagian dengan satuannya derajat (°). Satuan derajat dapat dijadikan menjadi satua yang kebih kecil yaitu 1° = 60 menit (60’) dan 1 menit (1’) = 60 detik (60”). Atau cara Seksagesimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 360 bagian, satu bagiannya disebut derajat. Maka 1 kuadran = 900. 1o = 60’ 1’ = 60” 1o = 3600” Cara menuliskanya adalah 31010’30” Contoh soal satuan sudut dan jawabannya
Satuan Sentisimal, System ini membagi keliling lingkaran menjadi 400 bagian dengan satuan dasar yaitu grade. Satuan grade dapat diajdikan menjadi satuan yang lebih kecil yaitu 1 grade = 100 centigrade (cg) dan 1 centigrade (cg) = 100 centi centigrade (ccg) atau cara Sentisimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 400 bagian, satu bagiannya disebut grade. Sistem besaran sudut sentisimal disajikan dalam besaran grid, centigrid dan centicentigrid.Cara sentisimal membagi lingkaran dalam 400 bagian, sehingga satu kuadran mempunyai 100 bagian yang dinamakan grid. Satu grid dibagi lagi dalam 100 centigrid dan 1 centigrid dibagi lagi dalam 100 centi-centigrid. Dapat dituliskan sebagai berikut : 1g = 100cg 1c = 100ccg 1g = 10000ccg
Satuan Radial, Satuan ini membagi keliling lingkaran menjadi beberapa bagian yang sama dengan jari-jari lingkaran tersebut sebagai satuan dasar. Satuan ini disebut radial atau biasa disingkat rad dan dilambangkang dengan ? (dibaca rho0 atau cara Radian, Sistem besaran sudut radian disajikan dalam sudut panjang busur. Sudut pusat di dalam lingkaran yang mempunyai busur sama dengan jari-jari lingkaran adalah sebesar satu radian. Karena keliling lingkaran ada 2 p r = 2 p rad.Satu radian adalah sudut pusat yang berhadapan dengan bagian busur yang panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Karena panjang busur sama dengan keliling lingkaran sebuah lingkaran yang berhadapan dengan sudut 360o dan keliling lingkaran 2 p kali jari-jari, maka : 1 lingkaran = 2 p ra, 1 kali jari-jari, maka : 1 lingkaran = 2 p ra 1o = 1g,1111 ? ( asalnya = ) 1g = 0o,9 ? ( asalnya = ) 1 ? = 57o,295,779 1? = 63g,661,977
Berikut table yang mencontohkan hubungan konversi ketiga sudut diatas :
Dstnya . Tugas ke-2 Menjawab Soal
File Materi : Download File Materi Tambahan : Download |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 03 |
Selasa 6 Oktober 2026 Pertemuan ke - 3 Ilmu Ukur Tanah PENGUKURAN SUDUT DAN JARAK Penentuan Arah dan Sudut Penentuan arah dan sudut dilakukan dengan mengukur sudut antara dua garis acuan, seperti utara, dan arah target yang diinginkan menggunakan alat seperti kompas atau theodolite. Konsep kunci yang digunakan adalah azimut, yaitu sudut horizontal dari titik acuan (biasanya utara) searah jarum jam dalam rentang 0° hingga 360°. Metode penentuan sudut ini meliputi cara sembarang, set nol, dan set azimut, dengan pemilihan metode bergantung pada kecepatan pengukuran dan kemudahan perhitungan Penentuan arah dan sudut dapat dilakukan menggunakan metode azimut atau bearing. Azimut mengukur sudut searah jarum jam dari utara (0° hingga 360°), sedangkan bearing mengukur sudut (0° hingga 90°) dari arah utara atau selatan ke timur atau barat. Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik. Pengertian Azimuth dan Back Azimuth Azimuth adalah sudut yang terbentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan. Azimuth biasanya didapat dari pengukuran sudut menggunakan Kompas atau alat pengukur sudut lainnya seperti theodolite maupun total station. Back Azimuth adalah sudut yang yang dibentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan dengan arah berlawan arah jarum jam. Dengan kata lain, back azimuth adalah kebalikan dari azimuth. Back azimuth biasanya digunakan untuk mengontrol nilai azimuth supaya didapatkan nilai yang sesuai. Jika nilai sudut azimuth dan back azimuth dijumlahkan, maka akan didapatkan total sudut 360o. Cara menentukan Azimuth dan Back Azimuth? Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan azimuth, diantaranya adalah:
Melakukan pengukuran azimuth dengan menggunakan alat ukur sudut dilakukan secara langsung di lapangan. Alat yang dapat digunakan seperti Kompas bidik, theodolite, atau total station. Kompas bidik, biasanya sudah memiliki nilai bacaan sudut, dimana nilai nol akan selalu menunjuk pada arah utara. Sehingga, untuk mendapatkan nilai sudut azimuth, Kompas hanya perlu diarahkan pada suatu objek dan kita akan mendapatkan nilai azimuth dari objek tersebu
Melakukan perhitungan nilai sudut azimuth dapat dilakukan dengan melalui perhitungan matematis. Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan dua titik yang telah diketahui koordinatnya. Azimut
Bearing (Sudut Arah)
Back Azimut
Sudut arah berlawanan dari arah azimut awal, diukur dari titik sasaran ke arah utara. Cara menghitung sudut Sudut antara dua arah dapat dihitung dengan 45° dikali jumlah ruas antara dua arah mata angin tersebut.
azimuth dan bearing
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 04 |
Selasa 13 Oktober 2026 Pertemuan ke - 4 Ilmu Ukur Tanah Penentuan Posisi Suatu Titik , Arah dan Sudut Penentuan posisi suatu titik adalah cara untuk menunjukkan letak suatu titik pada bidang datar, ruang, atau permukaan bumi menggunakan angka, koordinat, atau acuan tertentu. Berikut adalah metode umum yang digunakan untuk menentukan posisi suatu titik: 1. Bidang Koordinat Kartesius (Matematika)
2. Sistem Koordinat Geografis (Pemetaan & Navigasi)
3. Metode Pengukuran Ruang dan Survei (Geodesi / Teknik)
Penentuan Arah dan Sudut Penentuan arah dan sudut dilakukan dengan mengukur sudut antara dua garis acuan, seperti utara, dan arah target yang diinginkan menggunakan alat seperti kompas atau theodolite. Konsep kunci yang digunakan adalah azimut, yaitu sudut horizontal dari titik acuan (biasanya utara) searah jarum jam dalam rentang 0° hingga 360°. Metode penentuan sudut ini meliputi cara sembarang, set nol, dan set azimut, dengan pemilihan metode bergantung pada kecepatan pengukuran dan kemudahan perhitungan Penentuan arah dan sudut dapat dilakukan menggunakan metode azimut atau bearing. Azimut mengukur sudut searah jarum jam dari utara (0° hingga 360°), sedangkan bearing mengukur sudut (0° hingga 90°) dari arah utara atau selatan ke timur atau barat. Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik. Pengertian Azimuth dan Back Azimuth Azimuth adalah sudut yang terbentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan. Azimuth biasanya didapat dari pengukuran sudut menggunakan Kompas atau alat pengukur sudut lainnya seperti theodolite maupun total station. Back Azimuth adalah sudut yang yang dibentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan dengan arah berlawan arah jarum jam. Dengan kata lain, back azimuth adalah kebalikan dari azimuth. Back azimuth biasanya digunakan untuk mengontrol nilai azimuth supaya didapatkan nilai yang sesuai. Jika nilai sudut azimuth dan back azimuth dijumlahkan, maka akan didapatkan total sudut 360o. Cara menentukan Azimuth dan Back Azimuth? Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan azimuth, diantaranya adalah:
Melakukan pengukuran azimuth dengan menggunakan alat ukur sudut dilakukan secara langsung di lapangan. Alat yang dapat digunakan seperti Kompas bidik, theodolite, atau total station. Kompas bidik, biasanya sudah memiliki nilai bacaan sudut, dimana nilai nol akan selalu menunjuk pada arah utara. Sehingga, untuk mendapatkan nilai sudut azimuth, Kompas hanya perlu diarahkan pada suatu objek dan kita akan mendapatkan nilai azimuth dari objek tersebu
Melakukan perhitungan nilai sudut azimuth dapat dilakukan dengan melalui perhitungan matematis. Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan dua titik yang telah diketahui koordinatnya. Azimut
Bearing (Sudut Arah)
Back Azimut
Sudut arah berlawanan dari arah azimut awal, diukur dari titik sasaran ke arah utara. Cara menghitung sudut Sudut antara dua arah dapat dihitung dengan 45° dikali jumlah ruas antara dua arah mata angin tersebut.
azimuth dan bearing
Bearing adalah sudut kurang dari 90° dalam kuadran yang ditentukan oleh arah mata angin. Azimuth adalah sudut antara 0° dan 360° yang diukur searah jarum jam dari Utara Di dalam dunia navigasi darat, kita mengenal istilah azimuth dan back azimuth. Azimuth adalah sudut sasaran tujuan, sementara back azimuth merupakan sudut kebalikan dari azimuth itu sendiri yang digunakan untuk mengontrol apakah perjalanan sesuai dengan arah titik tujuan Azimuth digunakan untuk menentukan lokasi titik-titik di permukaan bumi dalam pekerjaan survei dan pemetaan. Dalam meteorologi, azimuth digunakan untuk menentukan arah angin dan memahami pergerakan sistem cuaca . Konsep Dasar
Metode Pengukuran Sudut
Sudut dibaca langsung dari alat ukur setelah membidik target. Lebih cepat dalam pengukuran tetapi lambat dalam perhitungan.
Bacaan target pertama diatur menjadi 0°, sehingga bacaan target kedua menjadi nilai sudut yang sebenarnya. Lebih cepat dalam perhitungan tetapi lambat dalam pengukuran.
Bacaan horizontal disesuaikan dengan nilai azimut yang diinginkan. Metode ini cepat untuk pemetaan tetapi lambat dalam pengukuran dan perhitungan. Azimut dan Sudut Arah (Bearing)
Sudut yang diukur searah jarum jam dari titik Utara ke arah target, dengan nilai berkisar 0° hingga 360°.
Sudut Arah (Bearing): Diukur dari arah Utara atau Selatan, dengan nilai tidak lebih dari 90°, dan diakhiri dengan Timur (T) atau Barat (B).
Menentukan Sudut Azimut dari Sudut Arah Cara Menentukan Arah dan Sudut
2. Berdasarkan Koordinat:
Dstnya …. Tugas ke-4 Buat Presentasi dan Menjawab Soal IUT
File Materi : Download File Materi Tambahan : Download File Materi Tambahan : Download |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 05 |
Selasa 20 Oktober 2026 Pertemuan ke-5 ILMU UKUR TANAH PEMETAAN METODA TERESTRIAL & EKSTRATERESTRIAL, PETA TOPOGRAFI, KONTUR dan INTERPRETASI PETA TOPOGRAFI Metode pemetaan terestrial adalah teknik memetakan permukaan bumi dengan melakukan pengukuran dan observasi langsung di lapangan menggunakan alat-alat seperti total station, GPS, theodolit, dan waterpas untuk memperoleh data jarak, sudut, serta elevasi. Data hasil pengukuran ini kemudian diolah menjadi informasi posisi dan kontur objek atau fenomena di muka bumi, sehingga membentuk peta yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti perencanaan konstruksi dan penandaan batas tanah. Metode pemetaan ekstraterestrial adalah teknik pemetaan yang menggunakan sistem pengamatan dan pengukuran dari wahana yang tidak berpangkal di tanah, seperti satelit atau pesawat terbang, untuk mengumpulkan data permukaan Bumi atau objek langit lainnya. Metode ini sering kali menggunakan teknologi seperti GPS dan pengamatan satelit untuk menghasilkan peta dengan ketelitian tinggi. Metode pemetaan di bidang ilmu Geodesi dan Geomatika yang dapat digunakan untuk melakukan akuisisi data spasial tiga dimensi (topografi) salah satunya adalah pemetaan metode terestris. Pengukuran Terestris adalah pengambilan data dengan cara melakukan survey lapangan untuk mendapatkan hasil titik-titik pengukuran lapangan berupa X,Y dan Z di mana hasilnya nanti dibentuk kontur dan data topografi lainnya Pemetaan diawali dengan orientasi lapangan untuk merencanakan titik-titik kerangka dasar pemetaan topografi dan topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid. Topografi Berasal dari bahasa yunani, topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar. Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapat diidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu. Oleh sebab itu, dua unsur utama topografi adalah ukuran relief (berdasarkan variasi elevasi axis) dan ukuran planimetrik (ukuran permukaan bidang datar). Peta topografi juga menggambarkan sebanyak mungkin ciri-ciri permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala dan peta topografi sebuah peta yang memperlihatkan, bentuk, penyebaran roman muka bumi dan dimensinya. ROMAN MUKA BUMI ; Relief yang meliputi gunung, bukit, lembah, dataran, tebing dan sejenisnyaDrainase (pola aliran air), termasuk di dalamnya laut, sungai, danau, rawa, terusan Culture ( hasil rekayasa manusia ) yang meliputi kota, jalan antar kota, jalan antar desa, jalan setapak, rel kereta api, lapangan terbang, pelabuhan laut, batas daerah dan nama tempat serta sejenisnya Peta topografi dapat juga diartikan sebagai peta yang menggambarkan kenampakan alam (asli) dan kenampakan buatan manusia, diperlihatkan pada posisi yang benar. Selain itu peta topografi dapat diartikan peta yang menyajikan informasi spasial dari unsur-unsur pada muka bumi dan dibawah bumi meliputi, batas administrasi, vegetasi dan unsur-unsur buatan manusia. Peta topografi mempunyai garisan lintang dan garisan bujur dan titik pertemuannya menghasilkan koordinat. Koordinat ialah titik persilangan antara garisan lintang dan bujur . Peta topografi ; Gambaran vertikal (proyeksi orthogonal) dari penggambaran angka-angka hasil pengukuran geodetik di lapangan.Teknik penggambaran peta topografi di mulai secara manual, berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi yang ditindaklanjuti dengan aplikasi digitasi yang memanfaatkan program komputer. Peta topografi memiliki banyak manfaat dalam kegiatan sehari-hari manusia. Mulai dari hiking , orientering, hingga penyelamatan, Selain itu, peta topografi juga sangat bermanfaat bagi dunia professional dan pemerintahan. Mulai dari perencanaan, desain, studi ilmu kebumian, hingga pertahanan Dalam merencanakan suatu wilayah, sangat penting bagi pemerintah untuk memahami dan mengetahui karakteristik topografi wilayah tersebut. Tanpa adanya peta topografi yang akurat, sukar untuk melakukan perencanaan. Informasi dari peta topografi dibutuhkan untuk mengatur jaringan jalan, zonasi perumahan, j aringan irigasi, serta zonasi kawasan budidaya/lindung. Ketinggian serta kemiringan lereng merupakan komponen penting dalam menentukan lokasi tersebut. Peta topografi dibuat untuk memberikan informasi ttg keberadaan, lokasi dan jarak seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. peta topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur dan tingkat tutupan vegetasi Tujuan peta topografi dibuat untuk memberikan informasi tentang keberadaan, lokasi, dan jarak, seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. Peta topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur, dan tingkat tutupan vegetasi Peta Topografi selalu disertai hal-hal sebagai berikut:
Peta Topografi terutama isinya garis kontur adalah garis yang menghubungkan lokasi-lokasi berbeda yang berada pada ketinggian yang sama. Jika dua lokasi dihubungkan oleh garis kontur yang sama, maka dapat dipastikan kedua lokasi tersebut memiliki ketinggian yang sama. Garis kontur umumnya digunakan pada peta topografi yang merupakan peta khusus untuk menyajikan informasi mengenai ketinggian dan bentuk rupa bumi. Garis Kontur salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi tentang tinggi (elevasi) suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur (contour-line). Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu. Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka bentuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala Kontur topografi adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama di atas atau di bawah permukaan datum tertentu yang disebut permukaan laut rata-rata. Kontur digambarkan dengan interval vertikal yang reguler. Interval kontur adalah jarak vertikal antara 2 (dua) garis ketinggian yang ditentukan berdasarkan skalanya. Besarnya interval kontur sesuai dengan skala peta dan keadaan di muka bumi. Interval kontur selalu dinyatakan secara jelas di bagian bawah tengah di atas skala grafis Kontur biasanya digambar dalam bentuk garis-garis utuh yang kontinyu (biasanya berwarna cokelat atau oranye). Setiap kontur ke-4 atau ke-5 (tergantung pada intervalnya) dibuatlah indeks, dan digambarkan dengan garis yang lebih tebal. Kontur indeks dimaksudkan untuk membantu pembacaan kontur dan menghitung kontur untuk menentukan tinggi. Angka (ketinggian) kontur diletakkan pada bagian kontur yang diputus, dan diurutkan sedemikian rupa agar terbaca searah dengan kemiringan ke arah atas (lebih tinggi). Pada daerah datar yang jarak horisontalnya lebih dari 40 mm sesuai skala peta dibuat garis kontur bantu. Kontur bantu ini sangat berarti terutama jika ada gundukan kecil pada daerah yang datar. Kontur bantu digambar pada peta berupa garis putus-putus untuk membedakan dengan kontur standar. Garis kontur semakin dekat jarak antar garis, semakin terjal daerah tersebut,garis kontur tidak pernah memotong garis kontur lainnya, namun selalu menutup, garis kontur jika memotong sungai, akan berbentuk V terbalik dengan arah ke hulu sungai Garis kontur jika memotong jalan, akan selalu berbentuk U ke arah lokasi yang lebih rendah, Garis kontur selalu menunjukkan ketinggian yang sama Karena garis kontur merupakan representasi dari ketinggian suatu lokasi, jarak antar garis menjadi representasi perbedaan ketinggian dan jarak dari suatu lokasi. Semakin jauh jarak antara dua titik ketinggian, semakin landai lereng yang ada pada daerah tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya, ketika jarak antar dua titik ketinggian dekat, maka semakin curam lereng yang ada pada daerah tersebut. Garis kontur memiliki korelasi dengan ketinggian asli dari suatu bentang alam. Setiap garis kontur melambangkan nilai ketinggian tertentu dari suatu obyek. Perhatikan gambar dibawah ini. Interval kontur adalah perbedaan ketinggian antar dua garis kontur di dunia nyata. Interval kontur dalam satu peta harus sama agar peta dapat diukur dengan akurat. Interval kontur dapat dihitung dengan menggunakan rumus beriku t ; CI = Skala Peta : 2000, pada rumus tersebut, interval kontur memiliki nilai sama dengan skala peta dibagi 2000. Rumus diatas umumnya digunakan ketika hendak menggambar garis kontur pada peta yang skalanya diketahui. Rumus tersebut pun dapat diubah-ubah sesuai dengan informasi yang ada, berikut adalah variasi rumus tersebut jika ditanya skala peta dan diketahui interval konturnya. Skala Peta = CI x 2000, Indeks kontur adalah garis kontur yang ditebalkan. Indeks kontur berguna untuk memudahkan pembaca peta dalam menganalisa pola kenaikan atau penurunan ketinggian suatu tempat. Dan Indeks kontur umumnya ditempatkan pada garis kontur keempat atau kelima dalam suatu peta topograf Bumi merupakan planet yang berbentuk bulat pepat. Untuk memudahkan penentuan lokasi di permukaan bumi maka dibuatlah koordinat garis lintang dan garis bujur. Sistem koordinat bujur-lintang terdiri dari dua komponen yaitu:
Interpretasi peta topografi akan menjadi lebih mendekati kebenaran dan memiliki validitas tinggi, bila didampingi atau dikombinasi dengan interpretasi foto udara. Kenampakan peta topografi yang besaran nilai ketinggian tempat digambarkan dengan garis garis kontur dan setelah dilukiskan secara keseluruhan pada selembar kertas dapat dimanfaatkan oleh pengguna peta topografi untuk melakukan interpretasi keadaan lapangan (medan) suatu daerah. Teknik pendekatan ini sering disebut dengan istilah teknik interpretasi peta topografi Dstnya..... Tugas ke-5
File Materi : Download File Materi Tambahan : Download |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 06 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 07 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 08 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 09 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 11 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 12 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 13 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 14 |
|