E-Learning

Fakultas Teknik - Jurusan Teknik Sipil (S-1 )
Kembali Ke List Matakuliah

IMMANUEL SEMBIRING, Ir., Drs., BSc, M.Si.

SELASA 08:40 - 10:20
Pertemuan Materi
01

Selasa 22 September 2026

Pertemuan ke – 1 Ilmu Ukur Tanah ( SI-4130)

PENDAHULUAN ILMU UKUR TANAH

Istilah kata ukur tanah atau pengukuran tanah ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu surveying. 

Secara konvensional, pengertian dasar dari pengukuran tanah didefinisikan sebagai ilmu dan seni menentukan letak atau posisi relatif dari titik ataupun obyek di permukaan bumi.

Sesuai dengan perkembangannya, pengertian secara umum tentang pengukuran tanah, yaitu merupakan suatu ilmu yang mempelajari metoda pengumpulan data dan pemrosesan data pengukuran tentang obyek yang ada di permukaan bumi dan sekitarnya, sehingga jelas letaknya/posisinya.

Secara lengkap definisi Ilmu Ukur Tanah adalah suatu ilmu yang mempelajari metoda atau cara melakukan pengukuran obyek/unsur di permukaan bumi, baik dalam arah horisontal maupun vertikal dalam rangka menentukan kepastian letak/posisi relatif dari obyek tersebut dan menyajikan informasi tersebut pada suatu bidang proyeksi/bidang datar dengan menggunakan skala dan aturan tertentu.

Mengenai istilah obyek di permukaan bumi dapat diartikan semua obyek yang ada pada permukaan bumi, di atas permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi, termasuk di dasar laut yang dipilih sesuai dengan keperluannya.

Berdasarkan pengertian dan definisi tersebut, maksud dari pengukuran tanah atau surveying yaitu untuk menentukan posisi titik-titik maupun obyek di permukaan bumi atau di dekat/di sekitar permukaan bumi.

Unsur utama yang berkaitan dengan aktifitas pengukuran tanah yaitu meliputi pengukuran jarak dan pengukuran sudut. Adapun aktifitas tersebut antara lain bertujuan untuk:

  1. Menentukan posisi horisontal titik tetap maupun obyek di permukaan bumi.
  2. Menentukan posisi vertikal (elevasi) titik tetap maupun obyek di permukaan bumi, baik di atas maupun di bawah bidang referensi/datum ketinggian.
  3. Menentukan arah dari suatu garis atau jalur.
  4. Menentukan panjang garis.
  5. Menentukan posisi garis batas.
  6. Menentukan luas wilayah yang telah dibatasi garis tertentu.
  7. Pembuatan peta rupa bumi suatu wilayah.

Selain itu, aktifitas pengukuran jarak dan sudut juga diperlukan untuk berbagai keperluan proyek konstruksi maupun ketekniksipilan (civil engineering), seperti halnya:

  1. Konstuksi bangunan gedung, perumahan ataupun perkantoran.
  2. Konstruksi jalan raya dan jembatan
  3. Konstruksi bendungan, dam serta jaringan irigasi.
  4. Pembuatan terowongan.
  5. Pembuatan sistem jaringan air bersih, jalur pipa, dan saluran pembuangan air.
  6. Pembangunan pelabuhan, dermaga atau lapangan terbang (bandara).
  7. Pengkavlingan tanah dan perhitungan volume galian dan timbunan.
  8. Pengontrol pada saat pelaksanaan konstruksi.
  9. Memonitor kemungkinan adanya deformasi/pergeseran letak bangunan besar.

Sesuai dengan ruang lingkupnya, surveying diklasifikasikan menjadi 2 (dua) katagori, yaitu Pengukuran Tanah Datar (Plane Surveying) atau Ukur Tanah dan Pengukuran Geodesi Tinggi (Geodetic Surveying). 

Batasan kelas Ukur Tanah, pada prinsipnya bahwa segala macam data ukuran dalam prosesnya tidak memperhitungkan adanya faktor kelengkungan bumi, karena ruang lingkup hanya dalam batasan luas maksimal 55 km2.

Batasan kelas Pengukuran Geodesi, pada prinsipnya bahwa segala macam data ukuran di lapangan dalam prosesnya harus memperhitungkan adanya faktor kelengkungan bumi. 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ilmu Ukur Tanah merupakan bagian atau cabang dari Ilmu Geodesi. Beberapa literatur menuliskan peranan Ilmu Geodesi yang mempunyai tujuan ilmiah dan tujuan praktis.

Tujuan ilmiah yaitu menentukan bentuk dan ukuran bumi atau dimensi matematis bumi, yang nantinya digunakan untuk pekerjaan praktis Geodesi. 

Tujuan praktis yaitu antara lain untuk pembuatan peta/pemetaan permukaan bumi, pemasangan tanda/patok/batas di lapangan, pengukuran untuk pekerjaan konstruksi ataupun rekayasa ketekniksipilan.

Dalam pembahasan ini, Ukur Tanah lebih mengarah pada tujuan praktis tersebut.

dstnya…..

Tugas ke-1 Menjawab  Pertanyaan dan FC Peta Toopografi 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download

File Materi Tambahan : Download

File Materi Tambahan : Download
02

 Selasa 29 September 2026

Pertemuan ke - 2 Ilmu Ukur  Tanah (SI-4130)

Sistim Satuan Dalam Ilmu Ukur Tanah 

Sistem satuan yang biasa digunakan dalam ilmu ukur tanah, terdiri atas 3 (tiga) macam sistIm ukuran, yaitu Satuan Panjang, Satuan Luas dan Satuan Sudut.Dan dalam melaksanakan pengukuran dan kemudian mengerjakan hitungan  dari hasil ukuran adalah tugas juru ukur sehubungan dengan itu ada lima macam pengukuran dalam pengukurana  tanah  yaitu ;

  1. Sudut Horizontal (AOB)
  2. Jarak  Horizontal (OA dan OB)
  3. Sudut  Vertikal (AOC)
  4. Sudut Vertikal  ( AC dan BD)
  5. Jarak Miring (OC)

 

Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\327048D2.tmp

Satuan Ukur

 Satuan Panjang

Dalam Ilmu Ukur Tanah ada 2 sistem satuan yang lazim digunakan yaitu :

1.       Satuan Metrik (Matric Unit)

Yang termasuk dalam satuan metric antara lain kilometer (Km), meter (m), sentimeter (cm), millimeter (mm) dan sejenisnya.

2.       Satuan Britis (British Units)

Yang termasuk dalam satuan ini yaitu miles (ml), feet atau foot (ft), inche (inc) dan sejenisnya.

Hubungan konversi kedua satuan di atas dapat dilihat dari table berikut : 

Kilometer (Km) Miles (ml)  
1,0000=0,6214  
1,6093=1,0000 
Meter (m)=Feet (ft) Inches (inc)
1,0000=3,2808 39,3700
0,3048=1,0000 12,0000
0,0254=0,0833 1,0000

SATUAN PANJANG

Terdapat  dua  satuan panjang y ang lazim  digunakan  dalam ilmu ukur  tanah, yakni  satuan metrik dan satuan  britis. Yang digunakan  disini   adalah satuan  metrik yang didasarkan pada satuan meter Internasional (meter standar) disimpan di Bereau Internationale des Poids et Mesures  Bretevil  dekat Paris

Pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (Survei Dan Pemetaan) meliputi pengambilan/pemindahan data-data dari lapangan ke peta atau sebaliknya.

Jarak/panjang dan tinggi (d,L,H)

Data jarak ini meliputi jarak dalam arti posisi horisontal dan vertikal.Posisi horisontal meliputi : d,D = jarak (distance); L = panjang (acumulatif distance) sedang posisi vertikal meliputi : h,H,t,T = tinggi dan beda tinggi (hight).

Terdapat dua satuan panjang yang lazim digunakan dalam ilmu ukur tanah, yakni satuan metrik dan satuan britis. Yang digunakan disini adalah satuan metrik yang didasarkan pada satuan meter Internasional (meter standar) disimpan di Bereau Internationale des Poids et Mesures Bretevil dekat Paris.

   Kelipatan dan bagian-bagian dari satu meter ini adalah 

  1. Km                                   1 Km   = 1000 m
  2. Hm                                   1 Hm   =   100 m
  3. Dam                                 1 dam  =     10 m
  4. M                                      1 m      =   100 cm
  5. Dm                                   1 dm    = 0,1 m
  6. Cm                                   1 cm    = 0,01 m
  7. Mm                                   1 mm   = 0,001 m

SATUAN LUAS

Ukuran luas yang digunakan Satuan luas yang biasa dipakai adalah  meter persegi (m2), untuk daerah yang relatif besar digunakan hektar (ha) atau  sering juga kilometer persegi (km2)

 1 ha  = 10000 m2,    1 Tumbak = 14 m2

1 km2 = 106 m2,     1 are = 100 m2

1 ha  =  100 are  , 1 km2 = 106 m2                  .

SATUAN ISI /VOLUME

Dalam ukur tanah untuk satuan isi/volume  galian (cut) dan volume timbunan (fill) dipakai satuan meter kubik (m3)  .

1m3  = 1,307795 cubricyard (yd3)  = 35,3147 ft3 = 61023,7 cm3

1 yard3   = 0,764555 m3  = 27 ft3  = 46656 in3  = 764555 cm3

1 in3  = 16,38706 cm3  = 16,38706 ml

1 cm3      =  0,061024 in3   = 1000 mm3 = 1 ml (mili liter)

SATUAN SUDUT

Pengukuran sudut merupakan salah satu  aspek penting dalam pengukuran dan pemetaan horizontal atau vertikal, baik untuk pengukuran dan pemetaan kerangka maupun titik-titik detail. 

Sistem besaran sudut yang dipakai pada beberapa alat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sistem besaran sudut pada pengukuran dan pemetaan dapat terdiri daria. Sistem besaran sudut seksagesimal, b. Sistem besaran sudut sentisimal, c. Sistem besaran sudut radian

 

Seksagesimal adalah sistem bilangan yang menggunakan angka 60 sebagai dasarnya. Sistem ini berasal dari Babilonia kuno

Dasar untuk mengukur besaran sudut ialah lingkaran yang dibagi dalam empat bagian, yang dinamakan kuadran yaitu Kudran I,II,III dan kuadran IV.

Tiga cara satuan  tersebut dapat dijelaskan sbb ;

  1. Seksagesimal adalah sistem bilangan yang menggunakan angka 60 sebagai dasarnya. Sistem ini berasal dari Babilonia kuno

Satuan Seksagesimal,  Satuan ini membagi keliling lingkaran menjadi 360 bagian dengan satuannya derajat (°). Satuan derajat dapat dijadikan menjadi satua yang kebih kecil yaitu 1° = 60 menit (60’) dan 1 menit (1’) =   60 detik (60”).

Atau  cara Seksagesimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 360 bagian, satu bagiannya disebut derajat. Maka 1 kuadran = 900.

        1o = 60’            1’ = 60”            1o = 3600”

Cara menuliskanya adalah 31010’30”

Contoh soal satuan sudut dan jawabannya

  1. 1 derajat = 60 menit atau ditulis 1° = 60'
  2. 1 menit = 60 detik atau ditulis 1' = 60?
  3. 1 derajat = 60 x 60 detik = 3600 detik atau ditulis 1° = 3600?
  4. Sentisimal

Satuan Sentisimal, System ini membagi keliling lingkaran menjadi 400 bagian dengan satuan dasar yaitu grade. Satuan grade dapat diajdikan menjadi satuan yang lebih kecil yaitu 1 grade = 100 centigrade (cg) dan 1 centigrade (cg) = 100 centi centigrade (ccg) atau  cara Sentisimal, yaitu satu lingkaran dibagi menjadi 400 bagian, satu bagiannya disebut grade. Sistem besaran sudut sentisimal disajikan dalam besaran grid, centigrid dan centicentigrid.Cara sentisimal membagi lingkaran dalam 400 bagian, sehingga satu kuadran mempunyai 100 bagian yang dinamakan grid. Satu grid dibagi lagi dalam 100 centigrid dan 1 centigrid dibagi lagi dalam 100 centi-centigrid.

Dapat dituliskan sebagai berikut :

1g = 100cg

1c = 100ccg

1g = 10000ccg

  1. Radian

Satuan Radial, Satuan ini membagi keliling lingkaran menjadi beberapa bagian yang sama dengan jari-jari lingkaran tersebut sebagai satuan dasar. Satuan ini disebut radial atau biasa disingkat rad dan dilambangkang dengan ? (dibaca rho0 atau cara Radian, Sistem besaran sudut radian disajikan dalam sudut panjang busur. Sudut pusat di dalam lingkaran yang mempunyai busur sama dengan jari-jari lingkaran adalah sebesar satu radian. Karena keliling lingkaran ada 2 p r = 2 p rad.Satu radian adalah sudut pusat yang berhadapan dengan bagian busur yang panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Karena panjang busur sama dengan keliling lingkaran sebuah lingkaran yang berhadapan dengan sudut 360o dan keliling lingkaran 2 p kali jari-jari, maka : 1 lingkaran = 2 p ra,  1 kali jari-jari, maka : 1 lingkaran = 2 p ra

 Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\407EDDFD.tmp Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\75F8DE13.tmp 
Hubungan antara ketiga satuan tersebut adalah sebagai berikut:

1o   = 1g,1111 ? ( asalnya =   )    

 1g   = 0o,9 ?   ( asalnya =   )

 1 ?  =  57o,295,779 

 1?   =  63g,661,977

Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\9A5AD499.tmp

Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\9A5AD499.tmp

 

Berikut table yang mencontohkan hubungan konversi ketiga sudut diatas :

DerajadGradeMenitCentigradeDetikCenti centigrade
1,0000001,1111111,0000001,85185181,0000003,084619
0,9000001,0000000,5400001,0000000,3240001,000000

 

RadialDerajadMenitDetik
1,00000057,2957793437,7467206264,8
 GradeCentigradeCenti centigrade
1,00000063,6619776366,1977636619,97


Contoh Soal  

 Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\73446F5.tmp

Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\2E0B1111.tmp 

Description: C:\Users\toshiba\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\814ECEED.tmp

 

Dstnya .

Tugas ke-2 Menjawab Soal 

 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download
03

Selasa 6  Oktober 2026

Pertemuan ke - 3 Ilmu Ukur Tanah

PENGUKURAN SUDUT DAN JARAK 

Penentuan Arah dan Sudut

Penentuan arah dan sudut dilakukan dengan mengukur sudut antara dua garis acuan, seperti utara, dan arah target yang diinginkan menggunakan alat seperti kompas atau theodolite. Konsep kunci yang digunakan adalah azimut, yaitu sudut horizontal dari titik acuan (biasanya utara) searah jarum jam dalam rentang 0° hingga 360°. Metode penentuan sudut ini meliputi cara sembarang, set nol, dan set azimut, dengan pemilihan metode bergantung pada kecepatan pengukuran dan kemudahan perhitungan

Penentuan arah dan sudut dapat dilakukan menggunakan metode azimut atau bearing. Azimut mengukur sudut searah jarum jam dari utara (0° hingga 360°), sedangkan bearing mengukur sudut (0° hingga 90°) dari arah utara atau selatan ke timur atau barat. 

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik.

Pengertian Azimuth dan Back Azimuth

Azimuth adalah sudut yang terbentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan. Azimuth biasanya didapat dari pengukuran sudut menggunakan Kompas atau alat pengukur sudut lainnya seperti theodolite maupun total station.

 Back Azimuth adalah sudut yang yang dibentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan dengan arah berlawan arah jarum jam. Dengan kata lain, back azimuth adalah kebalikan dari azimuth. Back azimuth biasanya digunakan untuk mengontrol nilai azimuth supaya didapatkan nilai yang sesuai. Jika nilai sudut azimuth dan back azimuth dijumlahkan, maka akan didapatkan total sudut 360o.

Cara menentukan Azimuth dan Back Azimuth?

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan azimuth, diantaranya adalah:

  1. Menggunakan alat ukur sudut

Melakukan pengukuran azimuth dengan menggunakan alat ukur sudut dilakukan secara langsung di lapangan. Alat yang dapat digunakan seperti Kompas bidik, theodolite, atau total station.

 Kompas bidik, biasanya sudah memiliki nilai bacaan sudut, dimana nilai nol akan selalu menunjuk pada arah utara.

 Sehingga, untuk mendapatkan nilai sudut azimuth, Kompas hanya perlu diarahkan pada suatu objek dan kita akan mendapatkan nilai azimuth dari objek tersebu

  1. Menggunakan perhitungan

Melakukan perhitungan nilai sudut azimuth dapat dilakukan dengan melalui perhitungan matematis. Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan dua titik yang telah diketahui koordinatnya.

Azimut

  • Definisi: Sudut horizontal yang diukur searah jarum jam dari arah utara (0°) menuju arah tertentu. 

 

Bearing (Sudut Arah)

  • Definisi: Sudut yang diukur dari arah utara atau selatan ke arah timur atau barat

Back Azimut

  • Definisi: 
    1. Dengan arah mata angin: 

Sudut arah berlawanan dari arah azimut awal, diukur dari titik sasaran ke arah utara. 

Cara menghitung sudut

Sudut antara dua arah dapat dihitung dengan  45° dikali jumlah ruas antara dua arah mata angin tersebut. 

  1. Dengan alat ukur (teodolit/kompas):
  2. Metode sembarang: Mengukur sudut langsung dari alat
  3. Metode set nol: Mengatur bacaan target pertama menjadi 0° sehingga bacaan target kedua adalah nilai sudutnya. 
  4. Metode set azimut: Mengatur bacaan horizontal alat sesuai nilai azimut yang diinginkan. 

azimuth dan bearing

File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download

File Materi Tambahan : Download

04

Selasa 13 Oktober 2026

Pertemuan ke - 4 Ilmu Ukur Tanah

Penentuan Posisi Suatu Titik ,  Arah dan Sudut

Penentuan posisi suatu titik adalah cara untuk menunjukkan letak suatu titik pada bidang datar, ruang, atau permukaan bumi menggunakan angka, koordinat, atau acuan tertentu.

Berikut adalah metode umum yang digunakan untuk menentukan posisi suatu titik:

1. Bidang Koordinat Kartesius (Matematika)

  • Terhadap Titik Asal \((0,0)\): Ditentukan menggunakan pasangan bilangan \((x, y)\). Nilai \(x\) (absis) menunjukkan pergeseran ke kanan (+) atau ke kiri (-), dan nilai \(y\) (ordinat) menunjukkan pergeseran ke atas (+) atau ke bawah (-). [1, 2]
  • Terhadap Titik Acuan Lain: Ditentukan dengan menghitung jumlah satuan pergeseran pada sumbu \(x\) dan sumbu \(y\) dari titik acuan awal menuju titik yang dituju. [1]

2. Sistem Koordinat Geografis (Pemetaan & Navigasi)

  • Garis Lintang dan Garis Bujur: Memanfaatkan posisi astronomis berupa garis lintang (latitude) dan garis bujur (longitude) untuk menunjukkan lokasi absolut di permukaan Bumi (Contohnya menggunakan layanan seperti Google Maps). [1]
  • GPS (Global Positioning System): Menggunakan jaringan satelit untuk menerima sinyal dan menghitung posisi titik secara real-time di permukaan Bumi.

3. Metode Pengukuran Ruang dan Survei (Geodesi / Teknik)

  • Trilaterasi: Menentukan koordinat suatu titik dengan mengukur jarak dari dua atau lebih titik acuan yang telah diketahui koordinatnya (membentuk segitiga tanpa harus mengukur sudut). [1]
  • Triangulasi: Menentukan posisi suatu titik dengan mengukur sudut dari titik-titik acuan yang diketahui jaraknya.
  • Pengukuran Vertikal (Tinggi): Menentukan beda tinggi atau ketinggian suatu titik relatif terhadap bidang referensi tertentu (misalnya permukaan air laut)

Penentuan Arah dan Sudut 

Penentuan arah dan sudut dilakukan dengan mengukur sudut antara dua garis acuan, seperti utara, dan arah target yang diinginkan menggunakan alat seperti kompas atau theodolite. Konsep kunci yang digunakan adalah azimut, yaitu sudut horizontal dari titik acuan (biasanya utara) searah jarum jam dalam rentang 0° hingga 360°. Metode penentuan sudut ini meliputi cara sembarang, set nol, dan set azimut, dengan pemilihan metode bergantung pada kecepatan pengukuran dan kemudahan perhitungan

Penentuan arah dan sudut dapat dilakukan menggunakan metode azimut atau bearing. Azimut mengukur sudut searah jarum jam dari utara (0° hingga 360°), sedangkan bearing mengukur sudut (0° hingga 90°) dari arah utara atau selatan ke timur atau barat. 

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik.

Pengertian Azimuth dan Back Azimuth

Azimuth adalah sudut yang terbentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan. Azimuth biasanya didapat dari pengukuran sudut menggunakan Kompas atau alat pengukur sudut lainnya seperti theodolite maupun total station.

 Back Azimuth adalah sudut yang yang dibentuk antara arah utara dan objek yang ditargetkan dengan arah berlawan arah jarum jam. Dengan kata lain, back azimuth adalah kebalikan dari azimuth. Back azimuth biasanya digunakan untuk mengontrol nilai azimuth supaya didapatkan nilai yang sesuai. Jika nilai sudut azimuth dan back azimuth dijumlahkan, maka akan didapatkan total sudut 360o.

Cara menentukan Azimuth dan Back Azimuth?

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan azimuth, diantaranya adalah:

  1. Menggunakan alat ukur sudut

Melakukan pengukuran azimuth dengan menggunakan alat ukur sudut dilakukan secara langsung di lapangan. Alat yang dapat digunakan seperti Kompas bidik, theodolite, atau total station.

 Kompas bidik, biasanya sudah memiliki nilai bacaan sudut, dimana nilai nol akan selalu menunjuk pada arah utara.

 Sehingga, untuk mendapatkan nilai sudut azimuth, Kompas hanya perlu diarahkan pada suatu objek dan kita akan mendapatkan nilai azimuth dari objek tersebu

  1. Menggunakan perhitungan

Melakukan perhitungan nilai sudut azimuth dapat dilakukan dengan melalui perhitungan matematis. Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan dua titik yang telah diketahui koordinatnya.

Azimut

  • Definisi: Sudut horizontal yang diukur searah jarum jam dari arah utara (0°) menuju arah tertentu. 

 

Bearing (Sudut Arah)

  • Definisi: Sudut yang diukur dari arah utara atau selatan ke arah timur atau barat

Back Azimut

  • Definisi: 
    1. Dengan arah mata angin: 

Sudut arah berlawanan dari arah azimut awal, diukur dari titik sasaran ke arah utara. 

Cara menghitung sudut

Sudut antara dua arah dapat dihitung dengan  45° dikali jumlah ruas antara dua arah mata angin tersebut. 

  1. Dengan alat ukur (teodolit/kompas):
  2. Metode sembarang: Mengukur sudut langsung dari alat
  3. Metode set nol: Mengatur bacaan target pertama menjadi 0° sehingga bacaan target kedua adalah nilai sudutnya. 
  4. Metode set azimut: Mengatur bacaan horizontal alat sesuai nilai azimut yang diinginkan. 

 

azimuth dan bearing

Description: 6. Measuring Angles | The Nature of Geographic Information

Bearing adalah sudut kurang dari 90° dalam kuadran yang ditentukan oleh arah mata angin. Azimuth adalah sudut antara 0° dan 360° yang diukur searah jarum jam dari Utara

Di dalam dunia navigasi darat, kita mengenal istilah azimuth dan back azimuth. Azimuth adalah sudut sasaran tujuan, sementara back azimuth merupakan sudut kebalikan dari azimuth itu sendiri yang digunakan untuk mengontrol apakah perjalanan sesuai dengan arah titik tujuan

 Azimuth digunakan untuk menentukan lokasi titik-titik di permukaan bumi dalam pekerjaan survei dan pemetaan. Dalam meteorologi, azimuth digunakan untuk menentukan arah angin dan memahami pergerakan sistem cuaca

. Konsep Dasar

  • Garis Acuan: Dasar untuk pengukuran, biasanya arah Utara (U) atau Selatan (S). 
  • Arah Putaran: Arah perputaran sudut, umumnya searah jarum jam. 
  • Besaran Sudut: Nilai sudut dalam derajat (°), menentukan besar sudut yang diukur. 

Metode Pengukuran Sudut 

  1. Cara Sembarang: 

Sudut dibaca langsung dari alat ukur setelah membidik target. Lebih cepat dalam pengukuran tetapi lambat dalam perhitungan.

  1. Set Nol: 

Bacaan target pertama diatur menjadi 0°, sehingga bacaan target kedua menjadi nilai sudut yang sebenarnya. Lebih cepat dalam perhitungan tetapi lambat dalam pengukuran.

  1. Set Azimut: 

Bacaan horizontal disesuaikan dengan nilai azimut yang diinginkan. Metode ini cepat untuk pemetaan tetapi lambat dalam pengukuran dan perhitungan.

Azimut dan Sudut Arah (Bearing)

  • Azimut: 

Sudut yang diukur searah jarum jam dari titik Utara ke arah target, dengan nilai berkisar 0° hingga 360°. 

  • Contoh: Azimut 70° berarti 70° dari utara, searah jarum jam. 

Sudut Arah (Bearing): 

Diukur dari arah Utara atau Selatan, dengan nilai tidak lebih dari 90°, dan diakhiri dengan Timur (T) atau Barat (B). 

  • Contoh: U 70° T berarti 70° dari utara ke timur. 

Menentukan Sudut Azimut dari Sudut Arah

Cara Menentukan Arah dan Sudut

  1. Menggunakan Alat Pengukur:
    • Kompas: Digunakan untuk menentukan arah utara dan mengukur sudut. 
    • Theodolite dan Total Station: Alat ini digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal dengan presisi tinggi. 

2. Berdasarkan Koordinat:

  • Hitung Selisih Koordinat: Tentukan koordinat titik awal dan titik tujuan, lalu hitung selisih koordinatnya  (? X dan ? Y)
  • Gunakan Rumus Azimut: Gunakan rumus berikut untuk menghitung sudut azimut: 

Dstnya ….

Tugas ke-4  Buat Presentasi dan Menjawab Soal IUT

 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download

File Materi Tambahan : Download
05

Selasa 20 Oktober 2026

Pertemuan  ke-5  ILMU UKUR TANAH 

PEMETAAN  METODA TERESTRIAL & EKSTRATERESTRIAL, 

PETA TOPOGRAFI,  KONTUR dan  INTERPRETASI PETA TOPOGRAFI 

Metode pemetaan terestrial adalah teknik memetakan permukaan bumi dengan melakukan pengukuran dan observasi langsung di lapangan menggunakan alat-alat seperti total station, GPS, theodolit, dan waterpas untuk memperoleh data jarak, sudut, serta elevasi. Data hasil pengukuran ini kemudian diolah menjadi informasi posisi dan kontur objek atau fenomena di muka bumi, sehingga membentuk peta yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti perencanaan konstruksi dan penandaan batas tanah. 

Metode pemetaan ekstraterestrial adalah teknik pemetaan yang menggunakan sistem pengamatan dan pengukuran dari wahana yang tidak berpangkal di tanah, seperti satelit atau pesawat terbang, untuk mengumpulkan data permukaan Bumi atau objek langit lainnya. Metode ini sering kali menggunakan teknologi seperti GPS dan pengamatan satelit untuk menghasilkan peta dengan ketelitian tinggi.

Metode pemetaan di bidang ilmu Geodesi dan Geomatika yang dapat digunakan untuk melakukan akuisisi data spasial tiga dimensi (topografi) salah satunya adalah pemetaan metode terestris.

Pengukuran Terestris adalah pengambilan data dengan cara melakukan survey lapangan untuk mendapatkan hasil titik-titik pengukuran lapangan berupa X,Y dan Z di mana hasilnya nanti dibentuk kontur dan data topografi lainnya 

 Pemetaan diawali dengan orientasi lapangan untuk merencanakan titik-titik kerangka dasar pemetaan topografi dan  topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid

Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid.  Topografi Berasal dari bahasa yunani, topos   yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar. 

Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian.   Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapat diidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu. Oleh sebab itu, dua unsur utama topografi adalah ukuran relief (berdasarkan variasi elevasi axis) dan ukuran planimetrik (ukuran permukaan bidang datar). 

Peta topografi juga menggambarkan sebanyak mungkin ciri-ciri permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala dan  peta topografi sebuah peta yang memperlihatkan, bentuk, penyebaran roman muka bumi dan dimensinya.

ROMAN MUKA BUMI ;  Relief yang meliputi gunung, bukit, lembah, dataran, tebing dan sejenisnyaDrainase (pola aliran air), termasuk di dalamnya laut, sungai, danau, rawa, terusan Culture ( hasil rekayasa manusia ) yang meliputi kota, jalan antar kota, jalan antar desa, jalan setapak, rel kereta api, lapangan terbang, pelabuhan laut, batas daerah dan nama tempat serta sejenisnya

Peta topografi dapat juga diartikan sebagai peta yang menggambarkan kenampakan alam (asli) dan kenampakan buatan manusia, diperlihatkan pada posisi yang benar. Selain itu peta topografi dapat diartikan peta yang menyajikan informasi spasial dari unsur-unsur pada muka bumi dan dibawah bumi meliputi, batas administrasi, vegetasi dan unsur-unsur buatan manusia.  Peta topografi mempunyai garisan lintang dan garisan bujur dan titik pertemuannya menghasilkan koordinat. Koordinat ialah titik persilangan antara garisan lintang dan bujur . Peta topografi  ; Gambaran vertikal (proyeksi orthogonal) dari penggambaran angka-angka hasil pengukuran geodetik di lapangan.Teknik penggambaran peta topografi di mulai secara manual, berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi yang ditindaklanjuti dengan aplikasi digitasi yang memanfaatkan program komputer.

Peta topografi memiliki banyak manfaat dalam kegiatan sehari-hari manusia. Mulai dari hiking , orientering, hingga penyelamatan, Selain itu, peta topografi juga sangat bermanfaat bagi dunia professional dan pemerintahan. Mulai dari perencanaan, desain, studi ilmu kebumian, hingga pertahanan

Dalam merencanakan suatu wilayah, sangat penting bagi pemerintah untuk memahami dan mengetahui karakteristik topografi wilayah tersebut. Tanpa adanya peta topografi yang akurat, sukar untuk melakukan perencanaan. Informasi dari peta topografi dibutuhkan untuk mengatur jaringan jalan, zonasi perumahan, j aringan irigasi, serta zonasi kawasan budidaya/lindung. Ketinggian serta kemiringan lereng merupakan komponen penting dalam menentukan lokasi tersebut.  Peta topografi dibuat untuk memberikan informasi ttg keberadaan, lokasi dan jarak seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. peta topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur dan tingkat tutupan vegetasi

Tujuan  peta topografi dibuat untuk memberikan informasi tentang keberadaan, lokasi, dan jarak, seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. Peta topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur, dan tingkat tutupan vegetasi

Peta Topografi  selalu disertai hal-hal sebagai berikut:

  • (1). Skala peta,
  • (2). Nomor lembar peta dan nama geografinya,
  • (3). Deklinasi,
  • (4). Kedudukan lembar peta terhadap lembar peta yang lain (bladwijzer =  index to ajoining sheets),
  • (5). Garis kontur,
  • (6). Relief, drainase dan culture,
  • (7). Legenda atau keterangan.
  • (8). Arah Utara dan tahun pembuatan peta

 

Peta Topografi  terutama isinya garis kontur adalah garis yang menghubungkan lokasi-lokasi berbeda yang berada pada ketinggian yang sama. Jika dua lokasi dihubungkan oleh garis kontur yang sama, maka dapat dipastikan kedua lokasi tersebut memiliki ketinggian yang sama.  Garis kontur umumnya digunakan pada peta topografi yang merupakan peta khusus untuk menyajikan informasi mengenai ketinggian dan bentuk rupa bumi. 

Garis Kontur salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi tentang tinggi (elevasi) suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur (contour-line).  Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu. 

Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka bentuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala 

Kontur topografi adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama di atas atau di bawah permukaan datum tertentu yang disebut permukaan laut rata-rata. Kontur digambarkan dengan interval vertikal yang reguler. Interval kontur adalah jarak vertikal antara 2 (dua) garis ketinggian yang ditentukan berdasarkan skalanya. Besarnya interval kontur sesuai dengan skala peta dan keadaan di muka bumi. Interval kontur selalu dinyatakan secara jelas di bagian bawah tengah di atas skala grafis

Kontur biasanya digambar dalam bentuk garis-garis utuh yang kontinyu (biasanya berwarna cokelat atau oranye). Setiap kontur ke-4 atau ke-5 (tergantung pada intervalnya) dibuatlah indeks, dan digambarkan dengan garis yang lebih tebal. Kontur indeks dimaksudkan untuk membantu pembacaan kontur dan menghitung kontur untuk menentukan tinggi. Angka (ketinggian) kontur diletakkan pada bagian kontur yang diputus, dan diurutkan sedemikian rupa agar terbaca searah dengan kemiringan ke arah atas (lebih tinggi).  Pada daerah datar yang jarak horisontalnya lebih dari 40 mm sesuai skala peta dibuat garis kontur bantu. Kontur bantu ini sangat berarti terutama jika ada gundukan kecil pada daerah yang datar. Kontur bantu digambar pada peta berupa garis putus-putus untuk membedakan dengan kontur standar.

Garis kontur semakin dekat jarak antar garis, semakin terjal daerah tersebut,garis kontur tidak pernah memotong garis kontur lainnya, namun selalu menutup, garis kontur jika memotong sungai, akan berbentuk V terbalik dengan arah ke hulu sungai

Garis kontur jika memotong jalan, akan selalu berbentuk U ke arah lokasi yang lebih rendah, Garis kontur selalu menunjukkan ketinggian yang sama

Karena garis kontur merupakan representasi dari ketinggian suatu lokasi, jarak antar garis menjadi representasi perbedaan ketinggian dan jarak dari suatu lokasi.  Semakin jauh jarak antara dua titik ketinggian, semakin landai lereng yang ada pada daerah tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya, ketika jarak antar dua titik ketinggian dekat, maka semakin curam lereng yang ada pada daerah tersebut. Garis kontur memiliki korelasi dengan ketinggian asli dari suatu bentang alam. Setiap garis kontur melambangkan nilai ketinggian tertentu dari suatu obyek. Perhatikan gambar dibawah ini.

Interval kontur adalah perbedaan ketinggian antar dua garis kontur di dunia nyata. Interval kontur dalam satu peta harus sama agar peta dapat diukur dengan akurat.

Interval kontur dapat dihitung dengan menggunakan rumus beriku t ; CI = Skala Peta : 2000,  pada rumus tersebut, interval kontur memiliki nilai sama dengan skala peta dibagi 2000.  Rumus diatas umumnya digunakan ketika hendak menggambar garis kontur pada peta yang skalanya diketahui. Rumus tersebut pun dapat diubah-ubah sesuai dengan informasi yang ada, berikut adalah variasi rumus tersebut jika ditanya skala peta dan diketahui interval konturnya.  Skala Peta = CI x 2000, Indeks kontur adalah garis kontur yang ditebalkan. Indeks kontur berguna untuk memudahkan pembaca peta dalam menganalisa pola kenaikan atau penurunan ketinggian suatu tempat. Dan Indeks kontur umumnya ditempatkan pada garis kontur keempat atau kelima dalam suatu peta topograf

Bumi merupakan planet yang berbentuk bulat pepat. Untuk memudahkan penentuan lokasi di permukaan bumi maka dibuatlah koordinat garis lintang dan garis bujur. Sistem koordinat bujur-lintang terdiri dari dua komponen yaitu:

  • 1. Garis dari atas ke bawah atau vertikal yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan yang disebut lintang (Bujur).
  • 2. Garis mendatar atau horizontal yang sejajar dengan garis khatulistiwa yang disebut dengan bujur (Lintang

Interpretasi peta topografi akan menjadi lebih mendekati kebenaran dan memiliki validitas tinggi,  bila didampingi atau dikombinasi dengan interpretasi foto udara.

Kenampakan peta topografi yang besaran nilai ketinggian tempat digambarkan dengan garis garis kontur dan setelah dilukiskan secara keseluruhan pada selembar kertas dapat dimanfaatkan oleh pengguna peta topografi untuk melakukan interpretasi keadaan lapangan (medan)  suatu daerah. Teknik pendekatan ini sering disebut dengan istilah teknik interpretasi  peta topografi

Dstnya.....

Tugas ke-5 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


File Materi : Download
File Materi Tambahan : Download
06
07
08
09
10
11
12
13
14